Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4,58 Juta UMKM di Jatim, Minim Perlindungan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Terinspirasi Tetangga di Pelosok Desa, Gus Fawait Cetus Layanan Homecare Bagi Warga Miskin

Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:52 WIB
  • author Lukman Hakim
Terinspirasi Tetangga di Pelosok Desa, Gus Fawait Cetus Layanan Homecare Bagi Warga Miskin
?Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto : Lukman Hakim).

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meluncurkan program Homecare gratis sebagai bagian dari komitmen mewujudkan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan di bidang kesehatan. 

Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pelayanan kesehatan langsung di rumah mereka layaknya memiliki dokter pribadi.

​Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program Homecare terinspirasi dari pengalamannya melihat warga desa dan kawasan pelosok. Mereka kerap kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini akibat keterbatasan biaya operasional.

​"Kalau orang yang mampu punya dokter keluarga, kami ingin mewujudkan keluarga yang tidak mampu juga punya dokter pribadi atau dokter keluarga. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara untuk memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat," ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut, Jumat (31/7/2026).

​Layanan Homecare tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik dasar, tetapi juga terintegrasi dengan teknologi telemedicine. Jika pemeriksaan dasar pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas tenaga kesehatan (nakes) di lapangan akan menghubungkan pasien via video call dengan dokter spesialis atau sub-spesialis.

Dokter ini berasal dari tiga rumah sakit milik Pemkab Jember, seperti RSUD dr. Soebandi, RS Kalisat, dan RS Balung. Obat-obatan yang dibutuhkan selanjutnya akan diantarkan langsung oleh pihak rumah sakit.

​Tak berhenti di sektor kesehatan, Pemkab Jember juga menyasar dampak sosial ekonomi pasien melalui program ini. Gus Fawait menyebutkan adanya bantuan paket sembako bagi keluarga pasien.

​"Biasanya kalau tulang punggung keluarga sakit, ekonomi mereka ikut terdampak. Maka kami sediakan sembako. Jika kondisi rumah warga yang didatangi tidak layak, itu juga akan kita usulkan ke program perbaikan rumah dari pemerintah pusat maupun kabupaten. Jadi ada multiplier effect," jelasnya.

​Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial untuk menyisir lima kategori warga yang menjadi prioritas utama penanganan setiap bulannya. Antara lain, lansia tungga, anak-anak stunting, ibu hamil risiko tinggi, warga disabilitas dengan penyakit penyerta. Terakhir, warga miskin ekstrem yang menderita sakit berkepanjangan

​Bagi masyarakat di luar lima kriteria tersebut yang membutuhkan layanan mendesak, Pemkab Jember telah menyediakan hotline pengaduan "Wadul Gus-e" yang disosialisasikan lewat media sosial, spanduk, hingga unit armada Homecare.

​Untuk menunjang kelancaran program, Pemkab Jember mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan serta mengoptimalkan kendaraan dinas OPD yang sudah ada sebagai armada operasional. 

Layanan medis juga didukung penuh oleh ratusan dokter umum dan spesialis. Di RSUD dr. Soebandi saja, tercatat ada sekitar 160 dokter yang siap melayani penanganan lanjutan via telemedicine.

​Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh rangkaian layanan Homecare dipastikan tidak dipungut biaya atau gratis. Bagi warga yang belum tercover kepesertaan BPJS Kesehatan/UHC, Pemkab Jember akan membantu proses pengaktifannya tanpa mengganggu jalannya pelayanan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut