1.173 Siswa SMA-SMK Raup Omzet Rp483 Juta dari Bisnis Sendiri, Siap Bersaing di Asia Pasifik
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Semangat berwirausaha di kalangan pelajar Indonesia semakin menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di berbagai daerah berhasil mencatatkan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta melalui program Student Company, sebuah pembelajaran kewirausahaan yang mendorong siswa membangun dan mengelola bisnis secara langsung.
Dalam program yang dijalankan Prestasi Junior Indonesia (PJI) melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) tersebut, para peserta mendirikan 45 perusahaan siswa. Mereka belajar mengenali kebutuhan pasar, mengembangkan produk, membangun merek, mengatur keuangan, hingga memasarkan produk kepada konsumen dan calon investor.
Puncak kegiatan digelar dalam Prestasi Junior Indonesia Company of the Year (PJI COY) 2026 di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), yang mempertemukan sembilan perusahaan siswa terbaik hasil seleksi nasional.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak generasi muda kreatif. Namun, menurutnya, kreativitas harus diubah menjadi inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
"Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangan kita adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat," ujar Pribadi.
Ia menjelaskan, program Student Company tidak sekadar menjadi simulasi bisnis di ruang kelas. Para peserta memperoleh pengalaman nyata dengan pendampingan dari dunia usaha dan mentor profesional sehingga mampu memahami proses membangun usaha secara utuh.
"Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan," katanya.
Editor: Arif Ardliyanto