get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Larang Konvoi dan Atribut Perguruan

Khofifah dan Kapolda Pastikan Jatim Aman, Warga Diminta Waspadai Hoaks dan Provokasi Ruang Digital

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:52 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah dan Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto memastikan situasi Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Masyarakat diminta mewaspadai hoaks, provokasi, serta menjaga persatuan di ruang digital. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap aman, tertib, dan kondusif. Di tengah maraknya penyebaran hoaks serta narasi provokatif di media sosial, keduanya mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan bertema "Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital" yang digelar di Surabaya, Senin (3/8/2026).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan situasi keamanan di Jawa Timur hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Menurutnya, stabilitas tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh warga.

Ia mengungkapkan, pihaknya mencermati beredarnya sejumlah konten di media sosial yang menggambarkan seolah-olah Jawa Timur akan mengalami kerusuhan dengan mengaitkan aktivitas pemeliharaan fasilitas umum dengan situasi yang terjadi di negara lain.

Namun, Nanang memastikan narasi tersebut tidak memiliki dasar fakta.

"Berdasarkan fakta di lapangan tidak ada satu pun indikasi yang membenarkan narasi itu. Tidak ada ancaman kerusuhan di Jawa Timur. Kondisi kita aman dan terkendali," tegasnya.

Kapolda juga mengajak organisasi kemasyarakatan maupun perguruan pencak silat agar setiap kegiatan dilaksanakan secara tertib, demokratis, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. Polda Jatim, kata dia, siap memberikan pengamanan dan memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat agar tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, menolak ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk provokasi.

"Ruang digital harus menjadi wadah persatuan, bukan arena perpecahan," ujarnya.

Khofifah: Persatuan Harus Dijaga hingga Ruang Digital

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam menjaga persatuan bangsa.

Ia menyebut tingkat penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 83,41 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 81,72 persen. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga keutuhan bangsa tidak hanya dilakukan di ruang nyata, tetapi juga di dunia digital.

"Menjaga NKRI hari ini tidak cukup hanya di ruang fisik. Diseminasi informasi di ruang digital menjadi sangat penting. Membangun positive thinking, kebersamaan, dan persatuan harus menjadi prioritas," kata Khofifah.

Khofifah mengaku sempat menerima laporan mengenai beredarnya tautan anonim yang mengajak masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas asal-usulnya.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut seharusnya disampaikan secara konstruktif dengan tetap menjaga semangat persatuan.

"Kritik adalah bagian dari demokrasi. Tetapi jangan sampai yang dibangun hanya negative thinking. Mari kita lihat juga berbagai kemajuan yang telah dicapai dan bersama-sama memberikan solusi terhadap kekurangan yang masih ada," ujarnya.

Stabilitas Keamanan Jadi Modal Menarik Investasi

Khofifah menambahkan, kerukunan sosial dan stabilitas keamanan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan investasi di Jawa Timur. Investor, menurutnya, akan mempertimbangkan kondisi keamanan suatu daerah sebelum menanamkan modal.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kondusivitas daerah.

"Investasi akan masuk kalau kita bersama-sama menjaga Jawa Timur. Jogo Jatim bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tugas kita semua," tegasnya.

Akademisi Dorong Dialog untuk Merawat Kebhinekaan

Pada dialog tersebut, akademisi Dr. Suko Widodo menekankan pentingnya membuka ruang komunikasi agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dikelola melalui sikap saling menghormati dan kesediaan untuk mendengarkan pendapat orang lain.

"Jangan pernah menyeragamkan otak manusia. Yang penting adalah saling mendengar dan menghargai perbedaan," katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut