Jatim Darurat Narkoba, Temuan 3,37 Ton Ganja dan Sabu di Madura Bikin DPRD Jatim Angkat Bicara
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur itu menilai posisi geografis Madura dengan banyaknya pelabuhan rakyat serta jalur laut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemberantasan narkoba. Karena itu, ia meminta pengawasan di pintu-pintu masuk diperketat melalui sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, BNN, TNI, hingga masyarakat.
Selain memperkuat penindakan, legislator dari Daerah Pemilihan Lamongan-Gresik tersebut juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan investasi pada program pencegahan. Langkah itu meliputi edukasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah, perluasan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah yang dinilai rentan.
"Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Andy memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pihaknya juga akan mendorong peningkatan anggaran untuk edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang masuk kategori rawan peredaran narkoba.
"Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto