Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pengambilan Rapor di SMA Wijaya Putra Surabaya, Tiga Jenis Penilaian Wujudkan Pendidikan Menyeluruh
Advertisement . Scroll to see content

Temu Ilmiah SMA di Surabaya Jadi Panggung Riset Siswa, Bangun Budaya Penelitian Sejak Bangku SMP

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:12 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Temu Ilmiah SMA di Surabaya Jadi Panggung Riset Siswa, Bangun Budaya Penelitian Sejak Bangku SMP
SMA Wijaya Putra Surabaya menggelar Temu Ilmiah sebagai puncak proyek penelitian siswa. Kegiatan ini juga melibatkan pelajar SMP untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Budaya riset di kalangan pelajar terus diperkuat oleh SMA Wijaya Putra Surabaya melalui kegiatan Temu Ilmiah, sebuah ajang yang menjadi puncak rangkaian pembelajaran berbasis proyek penelitian. Tidak hanya menampilkan hasil karya siswa, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan metodologi penelitian kepada sekolah-sekolah sekitar.

Temu Ilmiah merupakan kelanjutan dari program Science Fair yang telah dijalankan sejak siswa duduk di kelas XI. Dalam program tersebut, peserta didik menyusun tema, menentukan judul penelitian, hingga merancang kerangka penelitian sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.

Selanjutnya, saat memasuki kelas XII, para siswa melanjutkan penelitian dengan mengumpulkan data, melakukan analisis, hingga menyusun hasil penelitian yang kemudian dipresentasikan dalam forum Temu Ilmiah.


SMA Wijaya Putra Surabaya menggelar Temu Ilmiah sebagai puncak proyek penelitian siswa. Kegiatan ini juga melibatkan pelajar SMP untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Kepala Sekolah SMA Wijaya Putra Surabaya Andri Priyono DS., S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang secara berjenjang agar siswa benar-benar memahami proses penelitian, mulai dari perencanaan hingga penyajian hasil.

"Temu Ilmiah ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kokurikuler berbasis proyek penelitian. Dimulai dari Science Fair saat siswa kelas XI, mereka menentukan tema, judul, hingga kerangka penelitian. Setelah itu, di kelas XII mereka melakukan pencarian data sampai penelitian selesai dan hasilnya dipresentasikan dalam Temu Ilmiah," ujar Andri.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, sekaligus melatih siswa menyelesaikan persoalan melalui penelitian yang sistematis.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut