Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus Tampil di Jambore Nasional 2026, Ini Janji Dindik Jatim pada PBK
Advertisement . Scroll to see content

24 Tim Pelajar Jatim Lolos FIKSI Nasional 2026, Siswa Ditempa Khusus Sebelum Bertanding

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:08 WIB
  • author Saipul Yudi
24 Tim Pelajar Jatim Lolos FIKSI Nasional 2026, Siswa Ditempa Khusus Sebelum Bertanding
Sebanyak 24 tim pelajar Jawa Timur lolos FIKSI Nasional 2026. Dindik Jatim menggembleng peserta lewat coaching clinic untuk mempertajam inovasi dan presentasi. (Foto iNewsSurabaya.id/Saipul).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persaingan menuju panggung Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tingkat Nasional 2026 semakin dekat. Jawa Timur tak datang sekadar menjadi peserta. Sebanyak 24 tim pelajar terbaik asal Jatim berhasil mengamankan tiket menuju kompetisi nasional tersebut.

Sebelum berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, puluhan tim itu harus menjalani persiapan lebih matang. Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menggembleng mereka melalui Coaching Clinic FIKSI 2026 yang berlangsung di UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK).

Pembekalan tersebut tidak hanya menyentuh kualitas produk dan inovasi. Peserta juga ditempa untuk mempertajam cara menyampaikan gagasan, menyusun strategi presentasi hingga membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan dewan juri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, keberhasilan 24 tim melaju ke tingkat nasional bukan hasil yang diperoleh secara instan. Di balik tiket nasional tersebut terdapat proses panjang yang melibatkan siswa, guru pembimbing hingga sekolah.

Karena itu, Aries meminta kesempatan mengikuti coaching clinic tidak sekadar dianggap sebagai kegiatan sebelum kompetisi. Setiap peserta harus menggunakannya untuk membedah kembali kekurangan karya yang mereka bawa.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyempurnakan inovasi, mengasah kemampuan presentasi, dan membangun kepercayaan diri. Tunjukkan bahwa pelajar Jawa Timur mampu menghadirkan karya yang inovatif, relevan, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat," ujar Aries.

Bagi Aries, FIKSI memiliki makna lebih besar dibandingkan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar membaca persoalan sekaligus mencari jalan keluar melalui kreativitas dan kewirausahaan.

Pengalaman membangun sebuah gagasan menjadi produk, menguji kelayakannya hingga mempertahankan ide di depan juri dinilai dapat menjadi bekal berharga bagi para pelajar.

Terlebih, generasi muda akan menghadapi dunia kerja dan perkembangan ekonomi yang bergerak semakin cepat. Kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif dan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang tidak bisa hanya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.

"Kompetensi tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ekonomi yang terus berubah," ujarnya.

Dalam coaching clinic tersebut, setiap tim mendapat pendampingan untuk melakukan penyempurnaan terhadap produk inovasi yang telah mereka kembangkan. Teknik menyampaikan ide juga menjadi perhatian karena kualitas sebuah karya harus mampu diterjemahkan melalui presentasi yang kuat dan mudah dipahami.

Dindik Jawa Timur turut melibatkan pembina dan pendamping sehingga masing-masing tim bisa mendapatkan evaluasi sebelum memasuki kompetisi sesungguhnya.

Masukan tersebut diharapkan mampu membantu peserta melihat kelemahan yang mungkin belum ditemukan selama proses persiapan di sekolah.

24 Tim Jatim Ditarget Tampil Maksimal di FIKSI Nasional 2026

Aries berharap 24 tim Jawa Timur di FIKSI Nasional 2026 mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, target yang dibawa tidak berhenti pada keberhasilan membawa pulang prestasi.

Menurutnya, jauh lebih penting apabila pengalaman mengikuti FIKSI mampu melahirkan pelajar yang berani menciptakan solusi, menangkap peluang usaha dan mengembangkan karya yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Semangat kewirausahaan sejak bangku sekolah juga diharapkan membuka cara pandang baru bagi generasi muda. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi yang dikembangkan.

Kini, tiket menuju panggung nasional sudah berada di tangan 24 tim asal Jawa Timur. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa karya yang mereka bawa mampu bersaing dengan inovasi pelajar terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

Dengan pembinaan yang semakin intensif menjelang FIKSI Nasional 2026, Jawa Timur berharap tradisi prestasi dapat terus terjaga sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan dan inovasi di kalangan pelajar.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut