63,82 Persen Warga di Jatim Bekerja di Sektor Informal
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 24,46 juta orang. Angka tersebut meningkat sebanyak 205,53 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., mengatakan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Jatim. “Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 24,46 juta orang, meningkat 205,53 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” kata Herum dalam rilis BPS Jatim, Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyerap 7,77 juta tenaga kerja atau sekitar 31,77 persen dari total penduduk yang bekerja di Jatim. Dilihat dari status pekerjaan, penduduk bekerja di Jatim terbagi dalam kegiatan formal dan informal. Kegiatan formal mencakup pekerja dengan status berusaha dibantu pekerja tetap dan dibayar serta buruh, karyawan, atau pegawai.
Sementara itu, kegiatan informal mencakup penduduk yang berstatus berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar.
Pada Mei 2026, mayoritas penduduk bekerja di Jatim masih berada pada kegiatan informal, yakni 63,82 persen. Sementara itu, pekerja yang berada pada kegiatan formal mencapai 36,18 persen. Dibandingkan Februari 2026, proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal meningkat 0,62 persen poin.
Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja di Jatim pada Mei 2026 paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yakni sebesar 32,38 persen. Sebaliknya, status pekerjaan dengan proporsi paling kecil adalah berusaha dibantu pekerja tetap dan dibayar, sebesar 3,80 persen.
Jika dibandingkan dengan Februari 2026, peningkatan persentase terbesar terjadi pada status berusaha sendiri, yang naik 0,55 persen poin.Sementara itu, penurunan persentase terbesar terjadi pada status pekerja keluarga/tidak dibayar, yang turun 0,89 persen poin.
Dari sisi pendidikan, sebagian besar penduduk bekerja di Jatim pada Mei 2026 memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah, yang mencakup penduduk yang tidak atau belum pernah sekolah, belum tamat SD, dan tamat SD.
Editor : Arif Ardliyanto