get app
inews
Aa Text
Read Next : Terminal Petikemas Nilam Kedatangan Crane Listrik Modern dari China, Kapasitas 40 Ton

Arus Peti Kemas TPS Surabaya Naik 11,79 Persen, Ekspor Juli 2026 Melonjak

Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:42 WIB
header img
Arus peti kemas TPS Surabaya naik 11,79 persen pada Juli 2026. Ekspor melonjak 20,54 persen, sementara modernisasi peralatan terus digenjot. (Foto: Istimewa).

Menurut Erika, koreksi kinerja secara tahunan tidak terlepas dari proses transisi penggunaan peralatan baru di lingkungan TPS.

Terminal kini melakukan instalasi dan integrasi empat unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) serta 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).

Pengoperasian peralatan baru tersebut membutuhkan tahapan instalasi, pengujian hingga adaptasi sebelum dapat mencapai tingkat produktivitas optimal.

TPS menilai integrasi teknologi baru tersebut justru menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas operasional terminal dalam jangka panjang.

Pengoperasian peralatan baru yang berjalan selaras dengan optimalisasi alat eksisting, ditambah dukungan sumber daya yang memadai, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja operasional.

Ekspor Surabaya Melonjak 20,54 Persen

Salah satu angka yang paling mencolok terjadi pada arus peti kemas ekspor. Pada Juli 2026, volumenya meningkat 20,54 persen dibandingkan Juni.

Arus ekspor naik dari sekitar 57 ribu TEUs menjadi 68 ribu TEUs.

Sementara itu, arus peti kemas impor juga tumbuh meski tidak setinggi ekspor. Volumenya meningkat 3,39 persen, dari 59 ribu TEUs pada Juni menjadi 61 ribu TEUs pada Juli.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, komposisi arus peti kemas internasional terdiri dari 49 persen ekspor atau sekitar 400 ribu TEUs dan 51 persen impor sebanyak 407 ribu TEUs.

Komposisi tersebut relatif sama dengan periode Januari-Juli 2025. Saat itu, arus ekspor menyumbang 49 persen atau 428 ribu TEUs, sedangkan impor berada di angka 51 persen atau 439 ribu TEUs.

"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, arus peti kemas ekspor impor tahun 2026 untuk persentase perbandingan tidak mengalami perubahan. Persentase ekspor 49 persen di tahun 2025 merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 428 ribu TEUs. Sedangkan 51 persen arus peti kemas impor pada Januari-Juli tercatat sebanyak 439 ribu TEUs," ujar Erika.

Produktivitas Bongkar Muat Lampaui Standar

Di tengah proses modernisasi peralatan, TPS juga mencatat produktivitas bongkar muat yang berada di atas standar regulator.

Rata-rata produktivitas bongkar muat tercatat 51 box/ship/hour. Angka tersebut melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box/ship/hour.

TPS juga masih mempertahankan posisi dominan dalam layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak. Pangsa pasar internasional TPS tercatat mencapai 83 persen.

Erika menilai peningkatan arus peti kemas pada Juli menjadi indikator bahwa aktivitas perdagangan melalui terminal masih bergerak positif.

"TPS berkomitmen untuk terus menjaga kinerja operasional yang andal, aman dan berkelanjutan. Dengan produktivitas bongkar muat yang tetap berada di atas standar yang ditetapkan regulator serta penguasaan pangsa pasar internasional sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak, kami akan terus mendukung kelancaran rantai logistik nasional dan pertumbuhan perdagangan Indonesia," ungkapnya.

Pelaku Ekspor Jawa Timur Sambut Kenaikan Arus Kontainer

Kenaikan arus ekspor pada Juli turut mendapat perhatian dari pelaku usaha. Wakil Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy G. Rahman, menyebut peningkatan 20,54 persen secara bulanan menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekspor.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan permintaan pasar internasional terhadap produk Indonesia masih cukup terjaga, meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan.

"Kami mengapresiasi upaya TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik dan melakukan modernisasi peralatan terminal. Langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing pelabuhan serta memberikan kepastian layanan bagi eksportir," ujar Boy.

Ia berharap sinergi antara operator pelabuhan, pelaku usaha dan pemerintah terus diperkuat. Dengan demikian, pertumbuhan arus ekspor tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi dapat berlanjut dan memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Kinerja Juli 2026 sekaligus memperlihatkan dua sisi aktivitas TPS. Di satu sisi, pertumbuhan bulanan menunjukkan adanya pemulihan arus perdagangan, terutama ekspor. Namun di sisi lain, capaian kumulatif tahunan masih berada di bawah periode sebelumnya.

Dengan modernisasi peralatan yang terus berjalan dan produktivitas bongkar muat yang berada di atas standar, TPS kini memasuki fase penting untuk mengoptimalkan kapasitas terminal dan menjaga kelancaran arus logistik dari Jawa Timur ke pasar internasional.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut