get app
inews
Aa Text
Read Next : UMKM Jadi Fokus Utama Rakernas IMA 2025, Perkuat Kolaborasi untuk Ekonomi Lebih Tangguh

60 Persen Perempuan Watuagung Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:02 WIB
header img
Di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, perubahan positif justru tumbuh dari usaha sederhana para perempuan rumah tangga, mulai dari mengelola lapak kecil hingga membuat produk olahan hasil laut.Foto: ist

JAKARTA, iNewsSurabaya.id -  Pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, perubahan positif justru tumbuh dari usaha sederhana para perempuan rumah tangga, mulai dari mengelola lapak kecil hingga membuat produk olahan hasil laut.

Hal ini terlihat saat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, mengunjungi kawasan Pulau Mengare tersebut.

Di tengah masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertambakan, Muhaimin menyaksikan langsung bagaimana akses pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar membantu para pelaku usaha ultra mikro mengembangkan bisnis sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Kawasan Mengare memang menyimpan potensi ekonomi yang besar. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Desa Watuagung memiliki sekitar tiga ribu penduduk dengan 1.492 di antaranya adalah perempuan, dan sebanyak 60 persen dari mereka telah menjadi nasabah PNM Mekaar.

Angka ini mencerminkan besarnya peran pembiayaan sebagai pintu masuk untuk menggerakkan roda perekonomian warga lokal.

Namun bagi PNM, pemberian modal saja tidak cukup. Pemberdayaan berkelanjutan menjadi kunci agar usaha nasabah tidak jalan di tempat, melainkan mampu memberikan nilai tambah.

Kisah Lisminah menjadi salah satu buktinya. Perempuan pembuat terasi turun-temurun ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga jangkauan pemasaran setelah mendapat dukungan PNM Mekaar.

Usaha yang dulunya sekadar penghasilan tambahan keluarga kini berubah menjadi sumber pendapatan utama yang bahkan mampu menyerap tenaga kerja dari tetangga sekitar.

Melalui pendekatan klasterisasi usaha, PNM mengarahkan agar hasil laut Mengare tidak sekadar dijual sebagai komoditas mentah.

Nasabah dibimbing secara menyeluruh, mulai dari perbaikan proses produksi, pengurusan sertifikasi halal dan legalitas, hingga strategi pembentukan merek dan pengemasan menarik agar produk lokal memiliki daya saing tinggi.

Muhaimin Iskandar pun mengapresiasi efektivitas ekosistem pembiayaan dan pendampingan ini. Menurutnya, langkah ini sangat nyata dalam membantu perekonomian keluarga, terlebih para petugas pendamping lapangan atau Account Officer PNM di kawasan tersebut juga merupakan pemudi lokal yang menjadi tulang punggung keluarga mereka sendiri.

Selain fokus pada pengembangan usaha, PNM juga memperluas dampak sosialnya ke sektor pendidikan melalui program Ruang Pintar.

Fasilitas belajar gratis ini dihadirkan untuk anak-anak nasabah PNM Mekaar yang membutuhkan akses pembelajaran tambahan.

Pendekatan ini memastikan bahwa ketika kondisi ekonomi para ibu menguat, anak-anak mereka juga mendapatkan fondasi pendidikan yang lebih baik demi masa depan.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar modal yang disalurkan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Perubahan tersebut hadir lewat usaha yang semakin berkembang, lahirnya lapangan kerja baru, hingga terbukanya akses pendidikan bagi generasi penerus. Melalui kampanye PNM untuk UMKM dan PNM Pemberdayaan UMKM, pendampingan ini terus digulirkan untuk membina nasabah unggulan agar semakin berdaya dan mandiri.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut