get app
inews
Aa Text
Read Next : Ingin Berburu Emas Murah, Lelang di Surabaya Tawarkan Perhiasan di Bawah Harga Pasar, Cek Waktunya

Harga Emas Lagi Tertekan, Ini Prediksi Akhir Tahun 2026 Setelah Sempat Naik Drastis

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:00 WIB
header img
Pegadaian mengungkapkan Prediksi Akhir 2026 setelah sempat Naik drastis dan terjadi aksi borong. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harga emas yang sebelumnya melambung tinggi kini mulai mengalami tekanan. Kondisi tersebut membuat sebagian pemilik emas memilih menjual asetnya untuk mengunci keuntungan, tetapi pertanyaan baru muncul: apakah harga emas akan kembali naik hingga akhir 2026?

Pergerakan harga emas belakangan memang cukup fluktuatif. Harga emas Antam misalnya sempat turun Rp29.000 menjadi Rp2,65 juta per gram pada 7 Agustus 2026. Meski terkoreksi, harga tersebut masih lebih tinggi dibanding posisi awal tahun.

Di tengah kondisi tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan penurunan harga dan aksi jual emas merupakan bagian dari dinamika pasar.

Menurutnya, ketika harga emas sudah berada di level tinggi, masyarakat yang membeli dengan tujuan trading cenderung memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil keuntungan.

"Orang punya emas itu stoknya banyak di pasaran dan kecenderungan harga sudah tinggi. Orang memang berupaya untuk menjual karena sudah untung banyak," kata Ahmad Zaenudin.

Meski harga emas mengalami tekanan, Ahmad melihat peluang emas kembali menguat tetap terbuka. Salah satu faktor yang patut diperhatikan adalah perkembangan suku bunga global.

Apabila instrumen investasi berbasis bunga kembali kurang menarik, emas berpotensi menjadi pilihan investor.

"Harapannya juga nanti ada kenaikan ketika suku bunga global sudah tidak menarik, tentunya emas akan menjadi pilihan kembali," ujarnya.

Namun, Pegadaian tidak berani memastikan harga emas akan mencapai angka tertentu pada akhir tahun. Menurut Ahmad, penentuan harga di Pegadaian dilakukan oleh kantor pusat berdasarkan perkembangan pasar dan analisis tim.

"Kalau prediksi harga, kita juga enggak bisa memastikan. Di Pegadaian kita, penentuannya di kantor pusat dan memang ada timnya," jelasnya.

Karena itu, prediksi harga emas akhir 2026 tidak bisa dianggap sebagai angka pasti. Pergerakan harga masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, nilai tukar, serta sentimen investor.

Ahmad menjelaskan, masyarakat memiliki tujuan berbeda ketika membeli emas. Ada yang berorientasi trading, tetapi banyak pula yang membeli emas sebagai tabungan atau investasi jangka panjang.

Kelompok trader biasanya lebih cepat merespons kenaikan harga. Ketika harga dianggap sudah memberikan keuntungan, emas dapat langsung dijual.

Sementara masyarakat yang menjadikan emas sebagai tabungan cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh koreksi harga dalam jangka pendek.

"Kalau masyarakat ini yang kepemilikan emas tujuannya untuk nabung, sebenarnya tetap saja. Yang pengen perhiasan tetap perhiasan, kemudian yang ingin punya tabungan emas juga tetap ada," kata Ahmad.

Artinya, penurunan harga emas saat ini belum tentu menjadi tanda bahwa masyarakat meninggalkan emas sebagai instrumen investasi.

Prediksi Akhir 2026 Masih Jadi Perhatian

Perkiraan harga emas menjelang akhir tahun saat ini masih beragam. Pegadaian sendiri sebelumnya menampilkan berbagai proyeksi lembaga keuangan global, dengan sebagian prediksi menunjukkan peluang kenaikan harga emas pada 2026.

Di sisi lain, sejumlah analis melihat harga emas masih menghadapi risiko tekanan apabila suku bunga AS tetap tinggi dan dolar AS menguat. Kondisi tersebut dapat membuat emas kurang menarik dalam jangka pendek.

Survei Reuters yang dikutip Tirto pada akhir Juli 2026 juga menunjukkan median proyeksi harga emas sepanjang 2026 berada di US$4.509 per troy ounce, lebih rendah dibanding proyeksi tiga bulan sebelumnya.

Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa investor perlu berhati-hati membaca arah harga emas. Kenaikan maupun penurunan tetap mungkin terjadi sebelum memasuki akhir tahun.

Harga Turun, Investor Harus Bagaimana?

Menurut Ahmad, masyarakat tidak perlu mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Investor yang membeli emas untuk trading dapat mempertimbangkan momentum harga, sedangkan pemilik emas untuk tabungan sebaiknya melihat tujuan investasi dalam jangka lebih panjang.

Dengan harga yang masih bergerak fluktuatif, masyarakat perlu memahami bahwa emas bukan aset yang selalu naik setiap saat. Koreksi harga merupakan bagian dari dinamika pasar.

Namun, jika kondisi suku bunga global berubah dan minat terhadap aset safe haven kembali meningkat, emas masih memiliki peluang untuk mendapatkan perhatian investor.

Dengan demikian, harga emas yang turun saat ini belum tentu menjadi akhir dari tren kenaikan. Justru pergerakan hingga akhir 2026 masih akan sangat ditentukan oleh kebijakan moneter global dan kondisi ekonomi dunia.

Bagi masyarakat yang menunggu momentum, pertanyaan besarnya kini bukan sekadar harga emas akan turun sampai kapan, tetapi apakah koreksi yang terjadi menjadi peluang sebelum emas kembali menguat menjelang akhir 2026.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut