get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Karhutla, Polres Ponorogo Perketat Patroli di Kawasan Hutan

Medan Terjal dan Cuaca Berkabut, Pemadaman Karhutla Arjuno-Welirang Terkendala

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:14 WIB
header img
Kebakaran Arjuno-Welirang hari kedua, tinggal satu titik api. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), memasuki hari kedua penanganan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing sekaligus mengoptimalkan penanganan melalui jalur darat.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan setelah kebakaran terdeteksi pada Rabu (19/8/2026). Dari tiga titik api yang ditemukan pada hari pertama, saat ini tersisa satu titik yang masih menjadi perhatian tim gabungan.

“Dari tiga titik api yang kami temukan tanggal 19 kemarin, hari ini tinggal satu titik api,” kata Gatot, Kamis (20/8/2026).

Menurut Gatot, satu titik api yang masih terpantau berada di sekitar Lapangan Kotak, kawasan Gunung Kembar 2. Lokasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim darat karena medan yang terjal dan jaraknya cukup jauh.

“Api tersebut tetap sulit dijangkau karena memang jaraknya jauh serta alamnya terjal, sehingga perlu waktu untuk mencapai lokasi tersebut,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemadaman, BPBD Jatim mengoperasikan helikopter PK-DAP untuk melakukan water bombing. Namun, operasi sempat terkendala kondisi cuaca berkabut dan awan rendah yang menyebabkan jarak pandang terbatas.

Gatot mengatakan, helikopter sempat melakukan patroli pada Kamis pagi untuk mengobservasi kawasan yang terbakar. Namun, karena kondisi cuaca belum mendukung, helikopter kembali dan menunggu di Lapangan Kaliandra.

“Pagi tadi sudah dicoba untuk helikopter melakukan patroli di wilayah Arjuno, tetapi karena ada kendala cuaca sehingga kembali dan menunggu beberapa saat di Lapangan Kaliandra,” katanya.

Setelah kondisi memungkinkan, helikopter kembali diterbangkan sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan water bombing di area yang terbakar.

“Sekitar jam 1 tadi sudah dilakukan penerbangan kembali dan dilakukan water bombing di area terbakar. Diharapkan cuaca mendukung, karena untuk pengambilan air dilakukan di Kolam Renang Kaliandra,” jelas Gatot.

Selain melalui udara, penanganan juga dilakukan oleh tim gabungan melalui jalur darat. Personel Tahura Raden Soerjo, Jagawana, Relawan Peduli Api, BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Pasuruan, serta unsur terkait melakukan penyisiran dan pemadaman menggunakan metode gepyok.

Tim darat menyisir kawasan mulai dari Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, Lapangan Kotak hingga menuju kawasan Gunung Arjuno.

“Selain water bombing, teman-teman dari Tahura maupun Relawan Peduli Api, Jagawana, tetap sebagai tim darat menuju ke lokasi. Tersisa satu lokasi yaitu di Lapangan Kotak,” ungkapnya.

Gatot berharap kombinasi penanganan melalui udara dan darat dapat menyelesaikan pemadaman titik api yang tersisa pada Kamis.

“Sehingga ada dua penanganan, baik water bombing maupun penanganan darat. Kita harapkan hari ini bisa tuntas penanganan tersebut,” katanya.

Sementara itu, UPT Tahura Raden Soerjo menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang sejak 19 Agustus 2026. Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan sebagai langkah mitigasi dan pengamanan menyusul kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut.

BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan juga mendirikan posko di Lapangan Kaliandra Resort untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

Gatot mengatakan, sejak menerima informasi kebakaran pada 19 Agustus, BPBD langsung melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat penanganan.

“Kami sigap merespons setelah mendapatkan informasi pada tanggal 19 kemarin, dengan melakukan evaluasi dan menginformasikan pada tim penanganan bencana kebakaran yang beranggotakan banyak pihak. Ada TNI, Polri, OPD terkait maupun relawan,” ujarnya.

Hingga Kamis siang, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan. Sementara dampak kebakaran masih dalam proses pendataan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut