Emil Dardak Resmi Maju Lagi, Siap Kembali Pimpin Demokrat Jatim
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim pada hari terakhir pendaftaran Musyawarah Daerah (Musda) VII, Kamis (20/8/2026).
Emil tiba di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim sekitar pukul 19.00 WIB. Kedatangannya disambut sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat dari berbagai daerah di Jatim.
Usai menyerahkan formulir pendaftaran, Emil mengatakan keputusannya maju kembali sebagai calon Ketua Demokrat Jatim didasarkan pada komunikasi dengan para Ketua DPC serta masukan dari para senior partai.
“Dengan segala kerendahan hati, saya merasa sangat terhormat dari komunikasi hati ke hati dengan segenap ketua DPC,” ujar Emil.
Ia juga mengakui masih terdapat kekurangan selama menjalankan kepemimpinan di periode sebelumnya. Karena itu, Emil mengaku telah membuka ruang evaluasi dan menerima berbagai masukan sebagai bahan pembenahan ke depan.
“Kami mengakui segala kekurangan dalam perjalanan memimpin Partai Demokrat. Tetapi di saat yang sama, dengan semangat menyongsong masa depan yang lebih baik lagi bagi Partai Demokrat,” katanya.
Emil menyebut pembenahan yang telah dibahas bersama menjadi salah satu dasar dirinya kembali melangkahkan kaki mengikuti Musda VII Partai Demokrat Jatim.
Menurut Emil, proses pencalonannya berlangsung dalam semangat kolektif-kolegial. Ia menyebut komunikasi dengan para Ketua DPC dilakukan secara terbuka untuk menyatukan pandangan mengenai arah Partai Demokrat Jatim ke depan.
“Semua ketua DPC itu harus selalu rembuk. Kita semangat mengelola partai itu semua ketua DPC harus selalu rembuk,” ujarnya.
Emil menilai kesamaan pandangan tersebut menjadi modal penting bagi Demokrat Jatim dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia menekankan pentingnya memiliki ekspektasi yang sama bahwa kondisi partai ke depan harus lebih baik dibandingkan hari ini maupun periode sebelumnya.
Selain dengan pengurus DPC, Emil mengatakan dirinya juga meminta masukan dari para senior Partai Demokrat yang tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPC. Masukan tersebut dinilai penting untuk melakukan refleksi terhadap kepemimpinannya selama periode terakhir.
Ia juga menyebut komunikasi dengan DPP Partai Demokrat menjadi bagian dari proses evaluasi dan persiapan menghadapi Musda VII.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurut dia, kepemimpinan AHY dinilai telah membawa Partai Demokrat dalam arah yang baik dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono ini adalah kepemimpinan yang sangat baik bagi Partai Demokrat dalam pengabdiannya pada bangsa dan negara,” katanya.
Emil menegaskan Demokrat Jatim akan terus bergerak bersama di bawah kepemimpinan AHY.
“Bersama-sama kita sebagai satu bahtera kapal Partai Demokrat di bawah nakhoda Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, kita akan berjuang untuk mengabdi kepada masyarakat, termasuk tentunya dengan seluruh ketua DPC,” ujarnya.
Jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, Emil mengatakan akan membawa semangat memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Menurut dia, dinamika global yang terus berubah membuat partai politik harus semakin dekat dengan masyarakat dan mampu merespons persoalan yang mereka hadapi.
“Dunia terus berubah. Kita tahu bahwa kita ada di tengah gonjang-ganjing situasi global. Maka memperkokoh akar itu menjadi sangat penting. Lekat kepada masyarakat,” katanya.
Emil mencontohkan sejumlah Ketua DPC Demokrat di Jatim yang mulai aktif mengidentifikasi persoalan masyarakat, termasuk membantu warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan pengobatan.
Menurutnya, keberadaan kader partai di tengah masyarakat tidak semestinya hanya terlihat ketika momentum politik atau pemilu berlangsung. “Jangan pas lagi nyari suara saja. Justru hari inilah kita harus betul-betul hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto