Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor dan Impor di Surabaya Tumbuh Positif, Arus Peti Kemas Tembus 119 Ribu TEUs
Advertisement . Scroll to see content

Kejahatan Kargo Internasional Mengintai, Jalur Ekspor Surabaya Kini Dipasang Proteksi Berlapis

Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:20 WIB
  • author Ihya Ulumuddin
Kejahatan Kargo Internasional Mengintai, Jalur Ekspor Surabaya Kini Dipasang Proteksi Berlapis
Ekspor Jawa Timur tumbuh 15 persen, sementara ancaman kejahatan kargo global meningkat. Gateway Surabaya kini menerapkan standar keamanan TAPA Kelas A. Foto iNewsSurabaya.id/ihya

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertumbuhan ekspor Jawa Timur yang semakin kuat ternyata berjalan beriringan dengan tantangan baru. Ketika volume barang menuju pasar internasional meningkat, risiko kejahatan terhadap kargo selama proses distribusi juga menjadi perhatian serius.

Kondisi tersebut membuat keamanan logistik tidak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam proses pengiriman. Kecepatan, ketepatan waktu, serta kemampuan menjaga barang tetap aman hingga sampai ke tujuan kini menjadi bagian penting dalam menentukan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang merasakan langsung perkembangan tersebut. Pada 2025, nilai ekspor provinsi ini tercatat meningkat sekitar 15 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu sekaligus menunjukkan semakin besarnya aktivitas perdagangan yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang aman dan andal.

Ancaman terhadap distribusi barang pun bukan persoalan kecil. Data intelijen Transported Asset Protection Association (TAPA) mencatat hampir 160.000 kasus kejahatan kargo terjadi di 129 negara sepanjang 2022 hingga 2024.

Risiko tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha, terutama ketika barang yang dikirim memiliki nilai ekonomi tinggi atau harus tiba dalam batas waktu tertentu. Karena itu, pengamanan rantai pasok menjadi salah satu faktor yang semakin diperhitungkan dalam perdagangan internasional.

Di Surabaya, standar keamanan internasional mulai diperkuat melalui penerapan sertifikasi TAPA Kelas A. Standar tersebut menempatkan fasilitas logistik pada tuntutan keamanan yang lebih tinggi, termasuk dalam penerapan sistem proteksi dan pengawasan terhadap pergerakan barang.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan tantangan logistik saat ini telah bergeser. Menurutnya, pelaku usaha tidak hanya membutuhkan akses menuju pasar internasional, tetapi juga kepastian bahwa barang dapat dikirim dengan cepat, aman, dan sesuai jadwal.

“Tantangannya kini bukan lagi soal akses pasar, melainkan bagaimana memastikan eksekusi, kecepatan, keamanan, dan keandalan pengiriman,” ujar Ahmad Mohamad seusai seremoni penyematan sertifikasi keamanan tingkat tinggi Transported Asset Protection Association (TAPA) pada fasilitas Gateway Surabaya, Rabu (7/10/2026).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut