96,3 Persen Tenaga Kerja Jatim Menggantungkan Hidup pada UMKM
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian Jawa Timur (Jatim).
Dengan jumlah mencapai sekitar 2,57 juta unit usaha, sektor tersebut menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.
Besarnya kontribusi UMKM tersebut mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jatim untuk terus memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha melalui pembinaan, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.
Hingga saat ini, KPwBI Jatim telah membina 67 UMKM yang bergerak di berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, kriya, fesyen, kopi, hingga makanan dan minuman olahan.
Pembinaan tersebut diarahkan agar UMKM mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah.
Salah satu upaya memperluas akses pasar dilakukan melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Sebanyak 17 UMKM binaan KPwBI Jatim mengikuti pameran secara langsung di lokasi KKI 2026. Sementara itu, 55 UMKM lainnya berpartisipasi melalui pameran daring.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11 dan diarahkan untuk mendukung kebangkitan UMKM di sejumlah wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Dalam penyelenggaraannya, Bank Indonesia bersinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, penguatan rantai nilai, hingga perluasan akses pasar UMKM.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam.
“Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Selama empat hari penyelenggaraan, pameran KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring. Sementara itu, pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KKI 2026 turut menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, hingga showcase UMKM unggulan.
Beragam produk UMKM ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk pariwisata dan atraksi desa wisata.
Produk unggulan UMKM Jatim juga turut diperkenalkan. Selain menampilkan produk kopi, kriya, serta pangan olahan, UMKM binaan BI Jatim juga mengikuti business matching untuk memperluas akses pembiayaan, pasar, hingga peluang ekspor.
Editor : Arif Ardliyanto