get app
inews
Aa Text
Read Next : Dulu Khawatir Baterai, Kini Mobil Listrik Bekas Mulai Dicari Konsumen Jatim

Kendaraan Ini Punya Senjata Baru Lawan Mobil Listrik, Penjualan Sudah Capai 400 Unit di Area Jatim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:11 WIB
header img
Penjualan Toyota Veloz Hybrid mencapai sekitar 2.000 unit per bulan secara nasional. Jawa Timur menyumbang sekitar 20 persen atau 300-400 unit per bulan. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Langkah memasukkan teknologi hybrid ke segmen low MPV dinilai strategis. Pasalnya, kendaraan di kelas ini memiliki basis konsumen yang luas, terutama keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas penumpang dan kepraktisan tinggi.

Dengan hadirnya Veloz Hybrid, pilihan kendaraan elektrifikasi kini tidak hanya berada di segmen menengah. Teknologi tersebut mulai dibawa ke pasar yang lebih luas dengan karakter konsumen yang beragam.

Sejak diluncurkan pada Februari, performa penjualan Veloz Hybrid disebut terus menunjukkan perkembangan positif.

Secara nasional, penjualan model tersebut berada di kisaran 2.000 unit dalam satu bulan. Jawa Timur memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap capaian tersebut.

Laz menyebut kontribusi Jawa Timur berada di sekitar 20 persen dari penjualan nasional.

"Kalau di Jawa Timur kontribusinya ke nasional mungkin sekitar 20 persen dari total nasional. Berarti sekitar bisa 300-400 unit per bulan," ujarnya.

Jika mengacu pada penjualan nasional sekitar 2.000 unit per bulan, kontribusi Jawa Timur tersebut menunjukkan wilayah ini menjadi salah satu pasar penting bagi kendaraan hybrid Toyota.

Mengapa Hybrid Mulai Dilirik Konsumen?

Salah satu alasan kendaraan hybrid mulai mendapat perhatian adalah karakter teknologinya yang dianggap lebih mudah diterima konsumen.

Mobil hybrid memadukan mesin pembakaran internal dengan sistem elektrifikasi. Bagi konsumen, teknologi tersebut menawarkan efisiensi sekaligus tetap memberikan pengalaman penggunaan yang relatif familiar seperti kendaraan konvensional.

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan ketika masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan rendah emisi, tetapi belum sepenuhnya beralih ke mobil listrik berbasis baterai.

Perkembangan Veloz Hybrid juga memperlihatkan bahwa pilihan kendaraan rendah emisi semakin beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan kendaraan bermesin konvensional atau mobil listrik murni.

Toyota Pilih Strategi Multi-Pathway

Pertumbuhan Veloz Hybrid menjadi bagian dari strategi Toyota dalam mendorong penggunaan kendaraan dengan emisi lebih rendah.

Melalui strategi multi-pathway, Toyota mengembangkan sejumlah teknologi elektrifikasi, mulai dari hybrid hingga battery electric vehicle (BEV).

Di segmen hybrid, selain Veloz, Toyota juga memiliki Innova Zenix Hybrid. Sementara untuk kendaraan listrik berbasis baterai, Toyota terus mengembangkan lini BEV sebagai bagian dari pilihan mobilitas masa depan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Toyota melihat transisi kendaraan rendah emisi tidak harus berlangsung melalui satu jalur teknologi.

Kebutuhan, kondisi infrastruktur, pola penggunaan kendaraan, hingga kemampuan konsumen menjadi faktor yang turut diperhitungkan dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Bagi pasar Jawa Timur, meningkatnya penjualan Veloz Hybrid sekaligus menjadi indikasi bahwa kendaraan elektrifikasi mulai mendapat tempat di segmen keluarga yang selama ini didominasi mobil konvensional.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut