get app
inews
Aa Text
Read Next : Konflik AS-Iran Ancam Ekonomi Jatim, Harga Kedelai dan Biaya Ekspor Tertekan

Ekonomi Jatim Tumbuh 5',72 Persen, Bos Pembiayaan Ungkap Prospek Ekonomi Kedepan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:22 WIB
header img
Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen pada Triwulan II-2026. Di saat yang sama, penjualan mobil nasional Januari-Juli naik 18,3 persen menjadi 517.742 unit. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Tan mengatakan perkembangan industri pembiayaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi secara umum. Ketika aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat meningkat, kebutuhan kendaraan berpotensi ikut mengalami perubahan.

Namun, pertumbuhan pembiayaan menurutnya tetap perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan risiko. Kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban kredit menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika pasar pembiayaan berkembang.

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas ekonomi terbesar di Indonesia. Pertumbuhan 5,72 persen pada Triwulan II-2026 menjadi indikator penting untuk melihat pergerakan sejumlah sektor, mulai konsumsi rumah tangga, investasi, perdagangan hingga kegiatan usaha.

Sementara dari sektor otomotif, kenaikan penjualan mobil nasional 18,3 persen pada Januari-Juli 2026 memberikan gambaran bahwa permintaan kendaraan mulai menguat.

Kondisi itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pasar otomotif kembali bergerak setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa periode sebelumnya.

Tan menilai perkembangan ekonomi daerah dan pasar otomotif perlu dibaca secara bersamaan. Menurut dia, pertumbuhan industri pembiayaan bukan semata-mata mengenai peningkatan penyaluran kredit kendaraan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio.

“Akselerasi ekonomi Jawa Timur dan pemulihan penjualan kendaraan merupakan momentum penting bagi industri pembiayaan,” kata Tan.

Ia menambahkan, arah pasar otomotif dan pembiayaan selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah faktor, terutama daya beli masyarakat, aktivitas dunia usaha, serta perkembangan industri kendaraan bermotor.

Karena itu, industri pembiayaan dituntut mampu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

GIIAS Surabaya 2026 yang berlangsung pada 26-30 Agustus menjadi salah satu momentum untuk melihat perkembangan industri otomotif di Jawa Timur.

Pertemuan antara industri kendaraan, konsumen dan sektor jasa keuangan dalam satu ekosistem memperlihatkan eratnya hubungan antara penjualan kendaraan dengan pembiayaan.

Dengan ekonomi Jawa Timur yang tumbuh 5,72 persen dan penjualan mobil nasional meningkat 18,3 persen, pasar otomotif dan pembiayaan masih memiliki ruang untuk berkembang.

Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk daya beli masyarakat, stabilitas perekonomian, serta kemampuan industri pembiayaan menjaga kualitas kredit.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut