get app
inews
Aa Text
Read Next : Mirip Kasus UI, Dugaan Objektifikasi Seksual di Unesa Masih Didalami, Puluhan Korban Diperiksa

Lereng Pasuruan Rawan Longsor, Mahasiswa PTN Surabaya Ini Pasang Sensor Pendeteksi Bahaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:15 WIB
header img
Mahasiswa UNESA memasang Smart EWS di Desa Tlogosari, Pasuruan, untuk memantau potensi longsor. Program juga melibatkan konservasi lereng dan simulasi evakuasi. Foto iNewsSurabaya.id/alup

PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Ancaman tanah longsor di kawasan lereng pegunungan tidak hanya membutuhkan penanganan ketika bencana terjadi. Upaya membaca tanda-tanda bahaya sejak awal dan mempersiapkan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

Hal itu dilakukan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMP Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui program BENTALA SIAGA di Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Program tersebut menggabungkan teknologi sistem peringatan dini, konservasi lereng, dan kesiapsiagaan warga. Pelaksanaannya mendapat dukungan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, serta Dinas Lingkungan Hidup.


Mahasiswa UNESA memasang Smart EWS di Desa Tlogosari, Pasuruan, untuk memantau potensi longsor. Program juga melibatkan konservasi lereng dan simulasi evakuasi. Foto iNewsSurabaya.id/alup

Salah satu bagian utama BENTALA SIAGA adalah pemasangan Smart Early Warning System (EWS) berbasis sensor. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau sejumlah kondisi lingkungan yang berkaitan dengan potensi terjadinya longsor.

Parameter yang dipantau antara lain curah hujan, kelembapan, hingga kondisi lereng. Informasi yang terkumpul kemudian diintegrasikan dengan Portal SIGAP berbasis website desa.

Sistem tersebut juga terhubung dengan WhatsApp Gateway, sehingga informasi peringatan dapat disampaikan kepada masyarakat melalui kanal komunikasi yang lebih mudah dijangkau warga.

Pendekatan ini diharapkan membuat proses penyampaian informasi tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi dapat menjadi bagian dari mekanisme kesiapsiagaan masyarakat ketika indikator risiko meningkat.

Mitigasi tidak hanya dilakukan dengan perangkat teknologi. Tim PPK Ormawa HMP IKOR UNESA juga menjalankan AKAR LESTARI, sebuah kegiatan konservasi lereng melalui penanaman vegetasi yang berfungsi membantu memperkuat tanah.

Warga Desa Tlogosari turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sosialisasi dan simulasi evakuasi dilakukan untuk memperkenalkan jalur penyelamatan sekaligus prosedur yang perlu dilakukan ketika situasi darurat terjadi.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi dari sistem peringatan dini, tetapi juga dipersiapkan untuk mengambil tindakan ketika potensi bencana muncul.

Program BENTALA SIAGA dikerjakan secara lintas disiplin. Sebanyak 15 mahasiswa dari bidang Ilmu Keolahragaan, Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Desain Komunikasi Visual terlibat dalam program tersebut.

Selain itu, terdapat 11 relawan dari HMP IKOR dan mahasiswa Ilmu Keolahragaan yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Seluruh rangkaian program berada di bawah pendampingan dosen UNESA, Yetty Septiani Mustar, S.K.M., M.P.H.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tutur H. Hendy Candra Wijaya, S.KM., M.Kes., Kepala Desa Tlogosari Prayitno, perwakilan BPBD Abdul Rojik, S.ST., M.T., serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Prela Antiqa Feminia, S.Pi., M.M.

Camat Tutur H. Hendy Candra Wijaya menilai perpaduan teknologi, konservasi lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat dapat menjadi pendekatan untuk menghadapi risiko longsor.

"Saya berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan mitigasi bencana di wilayah lain yang memiliki risiko serupa," katanya.

Dari sisi akademik, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat.

Indra Himawan Susanto, S.Or., M.Kes., yang hadir mewakili pimpinan FIKK UNESA, mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat.

"Kami sangat mendukung keberhasilan HMP IKOR FIKK UNESA dalam memperoleh pendanaan PPK Ormawa. Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menerapkan keilmuan olahraga untuk menjawab persoalan di masyarakat, khususnya dalam membangun Desa Tlogosari sebagai desa konservasi dan tangguh bencana," ujarnya.

Menurut Indra, pendekatan lintas disiplin membuat mahasiswa memiliki ruang lebih luas untuk menggabungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

"Ketika aspek konservasi lingkungan, kesiapsiagaan bencana, kesehatan, aktivitas fisik, dan penguatan kapasitas masyarakat diintegrasikan, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," katanya.

BENTALA SIAGA tercatat sebagai salah satu program PPK Ormawa yang memperoleh pendanaan pada 2026. Fokusnya adalah mitigasi bencana hidrometeorologi di Desa Tlogosari melalui perpaduan sistem peringatan dini dengan konservasi lereng.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, serta perlindungan ekosistem daratan.

Namun, keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada teknologi yang telah dipasang. Pemeliharaan perangkat, keberlanjutan sistem peringatan, serta konsistensi keterlibatan warga akan menjadi penentu apakah sistem tersebut mampu terus berfungsi setelah program PPK Ormawa selesai.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut