Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terjawab, Ini Sosok Rais Aam PBNU 2026-2031 Hasil Musyawarah 9 Kiai AHWA
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Bikin Geger di Muktamar NU Jombang, Tiba-Tiba Minta Kartu Anggota kepada Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:27 WIB
  • author Zainul Arifin
Prabowo Bikin Geger di Muktamar NU Jombang, Tiba-Tiba Minta Kartu Anggota kepada Gus Yahya
Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang. Di hadapan peserta, Prabowo meminta kartu anggota NU kepada Gus Yahya. Foto iNewsSurabaya.id/zainul

Prabowo juga menyinggung panjangnya sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, kontribusi NU terhadap negara tidak sebatas perjuangan secara fisik, tetapi juga melalui penanaman nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Salah satu hal yang menjadi sorotan Prabowo adalah lagu "Syubbanul Wathan". Lagu yang lekat dengan tradisi NU tersebut dinilainya mencerminkan kuatnya semangat nasionalisme dari kalangan ulama dan masyarakat religius.

"Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis, lagu yang dibuat oleh kelompok religius, tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa," ungkapnya.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa "Syubbanul Wathan" telah diciptakan jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Lagu tersebut digubah oleh KH Abdul Wahab Hasbullah dan menjadi salah satu simbol semangat cinta Tanah Air di lingkungan NU.

Sebut Gus Yahya hingga Muhammadiyah

Dalam pidatonya, Prabowo beberapa kali menyampaikan pandangannya mengenai hubungan pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam. Nama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya turut disebut dalam sambutan tersebut.

Prabowo mengaku sependapat dengan pandangan Gus Yahya maupun KH Hasyim Asy'ari mengenai pentingnya hubungan yang dekat antara pemerintah dan organisasi keagamaan.

"Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar. Juga oleh Kiai Hasyim. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah," ujarnya.

Menurut Prabowo, kedekatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan bangsa.

Minta Kartu Anggota NU kepada Gus Yahya

Ada momen yang mengundang tawa peserta Muktamar ketika Prabowo menyampaikan permintaan pribadi kepada Gus Yahya.

Di hadapan para peserta, Presiden mengaku sejak lama menginginkan kartu tanda anggota NU. Ia pun kembali meminta Gus Yahya membantu mewujudkan keinginannya tersebut.

"Hanya, Gus Yahya, aku dari dahulu minta kartu NU. Terima kasih, sekarang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung disambut tawa hadirin.

Prabowo bahkan bercanda akan kembali menghadiri Muktamar NU pada masa mendatang apabila kartu anggota tersebut telah diterimanya.

"Kalau penutupan tanggal 31, benar? Kalau ada kartu anggota, aku datang muktamar tahun 2031," kata Prabowo.

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Selain menjadi forum evaluasi dan perumusan kebijakan organisasi, Muktamar juga menjadi momentum untuk menentukan kepemimpinan NU serta arah organisasi ke depan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut