Bikin Geger, 8.100 Porsi Ayam Kecap Dimasak Serentak, Emak-emak Surabaya Ikut Pecahkan Rekor MURI
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aroma ayam kecap rempah Nusantara memenuhi suasana kegiatan di Kota Lama Surabaya, Minggu (6/9/2026). Ratusan emak-emak dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik turun langsung ke dapur bersama untuk memasak ratusan porsi makanan secara serentak.
Namun, kegiatan kali ini bukan sekadar lomba memasak. Dari Surabaya, mereka menjadi bagian dari aksi memasak 8.100 porsi ayam kecap rempah Nusantara yang dilakukan serentak di sembilan kota di Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus mengantarkan PT Pertamina Patra Niaga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sembilan kota yang terlibat yakni Jakarta, Medan, Palembang, Semarang, Cilacap, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.
Jakarta menjadi pusat kegiatan dengan jumlah 2.850 porsi. Sementara delapan kota lainnya, termasuk Surabaya, masing-masing memasak 750 porsi dalam waktu yang bersamaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pencatatan rekor bukan satu-satunya tujuan dari kegiatan tersebut.
Menurut dia, aksi memasak itu juga menjadi bagian dari perayaan Hari Pelanggan Nasional 2026 sekaligus momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.
“Jadi hari ini kita melakukan pemecahan rekor MURI dengan memasak ayam kecap dengan porsi terbanyak se-Indonesia. Totalnya 8.100 porsi yang dimasak secara bersamaan dan serentak di delapan kota, dengan pusat kegiatan di Jakarta,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, angka 8.100 bukan sekadar jumlah porsi. Konsep kegiatan tersebut dirancang agar semangat kebersamaan bisa terasa di berbagai daerah.
Begitu pula dengan pemilihan ayam kecap rempah Nusantara. Hidangan tersebut dianggap cukup dekat dengan masyarakat karena memiliki banyak variasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini selain perayaan pencapaian rekor juga bagian dari peringatan masih dalam suasana Agustus. Kita ingin kembali mengingatkan masyarakat tentang kuliner Nusantara. Ayam rempah ini hampir ada di semua wilayah, meski karakter dan bumbunya bisa berbeda-beda,” katanya.
Di Surabaya, proses memasak melibatkan sejumlah pelaku UMKM kuliner. Mereka dipilih karena sudah terbiasa mengolah menu ayam kecap sehingga proses memasak dalam jumlah besar dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Ratusan peserta pun tidak hanya dituntut mampu menghasilkan masakan dalam jumlah banyak. Mereka juga harus memastikan makanan yang dibuat tetap memiliki cita rasa yang baik.
Menariknya, seluruh proses memasak dalam kegiatan tersebut menggunakan Bright Gas, produk LPG nonsubsidi Pertamina.
Ahad mengatakan penggunaan LPG dalam kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pesan mengenai pentingnya aktivitas memasak yang aman dan nyaman, baik dalam kegiatan berskala besar maupun di rumah.
“Memasak menggunakan Bright Gas lebih aman, lebih berkualitas dan pastinya nyaman. Masyarakat juga akan lebih mudah mendapatkan layanan, mulai dari pengiriman sampai ke rumah, pemasangan, serta kepastian ketersediaannya,” jelasnya.
Setelah ribuan porsi ayam kecap selesai dimasak, makanan tersebut tidak hanya menjadi simbol pencapaian rekor.
Sebagian makanan akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rekor MURI Bukan Tujuan Utama
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan pencatatan rekor MURI bukan menjadi tujuan utama kegiatan memasak tersebut.
Ia menyebut aksi memasak 8.100 porsi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 sekaligus bentuk apresiasi kepada pelanggan dan masyarakat.
“Rekor MURI ini bukan merupakan tujuan utama, namun ini adalah wajah untuk kita bersama-sama menyatukan tekad meraih prestasi terbaik, membangun gotong royong, membangun kolaborasi untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Simon.
Simon menjelaskan, aksi tersebut dilaksanakan secara serentak di sembilan kota. Jakarta menjadi lokasi dengan jumlah masakan terbanyak, yakni 2.850 porsi, sedangkan delapan kota lainnya memasak masing-masing 750 porsi.
Setelah proses memasak selesai, makanan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui sejumlah SPBU dan yayasan yang telah ditentukan.
“Ini nanti akan dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Tentunya dengan pengawasan yang ketat agar masakan ini dapat diterima dalam kondisi baik,” ujarnya.
Selain aksi memasak, rangkaian kegiatan Pertamina juga membawa misi sosial bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Simon mengungkapkan, program belanja murah yang digelar sebelumnya menghasilkan transaksi senilai Rp810 juta. Nilai tersebut selanjutnya akan didonasikan kepada masyarakat di NTT.
Pertamina juga menjalankan program potongan Rp81.000 untuk setiap transaksi menggunakan MyPertamina selama periode 17-31 Agustus. Dari program tersebut terkumpul donasi sebesar Rp45 juta.
Sementara itu, Persatuan Wanita Pertamina turut menggalang dana dan berhasil mengumpulkan Rp169 juta. Dana tersebut juga akan disalurkan untuk masyarakat di NTT.
“Insya Allah dalam minggu depan kita di NTT untuk penyerahan donasi dari setiap aktivasi yang dilakukan oleh Pertamina Group,” tutur Simon.
Aksi memasak 8.100 porsi ayam kecap rempah Nusantara sendiri menjadi bagian dari rangkaian Cooking Competition 2026 yang telah berlangsung sejak Juli 2026.
Bagi Pertamina, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencatatan rekor. Lebih jauh, aksi serentak di sembilan kota itu ingin meninggalkan pesan tentang pentingnya gotong royong, kolaborasi, kekayaan kuliner Nusantara, sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
“Semoga semangat kebersamaan hari ini terus menjadi energi bagi kita semua untuk bergerak bersama dan memberikan manfaat bagi Indonesia. Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026,” pungkas Simon.
Editor : Arif Ardliyanto