get app
inews
Aa Text
Read Next : Surabaya Punya Rumah Baru Batik Tulis Premium, Cara Warga Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

Bikin Malaysia Terpukau, Tari Piring dan Langen Puspitasari Bawa Pesan Perdamaian dari Indonesia

Senin, 07 September 2026 | 09:23 WIB
header img
Tari Piring dan Langen Puspitasari tampil di Penang Peace Dialogue, Malaysia. Seni budaya Indonesia menjadi jembatan perdamaian di panggung internasional. (Foto: Istimewa).

PENANG, iNewsSurabaya.id – Warna-warni budaya Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Dua tarian tradisional, yakni Tari Piring dari Minangkabau, Sumatera Barat, dan Tari Langen Puspitasari dari Yogyakarta, tampil memukau dalam ajang Penang Peace Dialogue di George Town, Penang, Malaysia.

Kedua tarian tersebut dibawakan oleh AntarSukha, komunitas budaya yang berbasis di Jakarta, dengan mengusung tema “Art for Peace”. Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui bahasa seni yang dapat diterima lintas negara.

Penampilan Tari Piring dan Tari Langen Puspitasari menjadi bagian dari upaya AntarSukha menggunakan seni sebagai sarana membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus memperluas pemahaman mengenai keberagaman budaya Indonesia.

Bagi AntarSukha, keikutsertaan dalam Penang Peace Dialogue menjadi bagian dari perjalanan mereka membawa seni tradisional Indonesia ke berbagai panggung internasional.

Ketua AntarSukha, Emira Eopangat, mengatakan kesempatan tampil dalam forum tersebut memiliki makna lebih luas karena seni dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun percakapan mengenai perdamaian.

“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari acara bergengsi ini. Selain tampil, kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus berkontribusi pada percakapan yang lebih luas mengenai perdamaian,” ujar Emira Eopangat.

Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk mempertemukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Karena itu, pertunjukan budaya tidak hanya dilihat sebagai penampilan di atas panggung, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Penang Peace Dialogue sendiri mempertemukan berbagai kalangan dari sejumlah negara. Para pakar, pemimpin institusi publik dan swasta, seniman, penampil, hingga penggerak perdamaian hadir untuk bertukar gagasan mengenai upaya menciptakan dunia yang lebih damai dan saling terhubung.

Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga turut berbicara dalam dialog tersebut. Ia hadir sebagai salah satu penggerak perdamaian dan ikut terlibat dalam rangkaian diskusi.

Di tengah situasi global yang diwarnai ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan berbagai persoalan sosial, seni dinilai memiliki ruang penting untuk mempertemukan manusia.

Bagi AntarSukha, konsep “Art for Peace” menjadi gambaran bahwa budaya dapat digunakan untuk membuka ruang dialog tanpa harus dibatasi perbedaan bahasa, negara, maupun latar belakang.

Tari Piring dan Tari Langen Puspitasari pun tidak hanya membawa unsur estetika. Di balik gerakan dan pertunjukannya, terdapat identitas budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia.

“Seni menyatukan kita. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang terus diberikan; tidak hanya hari ini, tetapi juga sepanjang perjalanan ini ke depan,” kata Emira.

Penampilan di Penang menjadi salah satu langkah AntarSukha dalam memperkuat misi membawa seni tradisional Indonesia ke tingkat global.

Dari panggung budaya di Malaysia, pesan yang ingin disampaikan pun sederhana: seni dapat menjadi ruang perjumpaan, budaya bisa menjadi jembatan, dan sebuah pertunjukan dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang perdamaian.

Ke depan, AntarSukha berkomitmen untuk terus memperkenalkan tarian tradisional Indonesia ke berbagai panggung dunia, sekaligus menjadikan kekayaan budaya Nusantara sebagai bagian dari percakapan global.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut