Khawatir Cidera, 22 Ribu Peserta Porprov 2027 Dijamin Kesehatannya, Ini RS yang Bakal Merawat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persiapan menghadapi kompetisi olahraga tak cukup hanya mengandalkan latihan fisik dan kekuatan mental. Kondisi kesehatan atlet juga menjadi perhatian penting karena cedera bisa sewaktu-waktu menghambat perjuangan menuju podium.
Melihat kebutuhan tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memperkuat sistem perlindungan kesehatan bagi atlet. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjajaki kerja sama dengan Rumah Sakit PHC Surabaya dan RS Korpri Pura Raharja.
Kerja sama ini diarahkan untuk membangun jaringan layanan kesehatan yang dapat mendukung atlet secara lebih menyeluruh. Pendampingan nantinya tidak hanya diberikan ketika atlet mengalami cedera, tetapi juga mencakup edukasi dan upaya menjaga kondisi fisik.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengatakan jumlah atlet yang berada dalam pembinaan cukup besar. Karena itu, keberadaan sejumlah rumah sakit mitra dinilai penting agar layanan kesehatan atlet tidak hanya bergantung pada satu fasilitas.
“Kami akan melakukan tindak lanjut mengenai bagaimana rumah sakit-rumah sakit yang ada di Surabaya dapat memberikan kontribusi secara spesifik terhadap peningkatan pengamanan dan pemberdayaan atlet dalam hal kesehatan,” ujar Nabil.
Menurut Nabil, cedera merupakan salah satu persoalan yang kerap dihadapi atlet saat menjalani latihan maupun pertandingan. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan agar atlet dapat kembali beraktivitas secara optimal.
Namun, sistem kesehatan atlet yang disiapkan KONI Jatim tidak berhenti pada penanganan cedera.
Edukasi medis juga dinilai penting supaya atlet memiliki pemahaman mengenai cara menjaga kebugaran, mencegah cedera, serta menentukan langkah yang tepat ketika mengalami gangguan kesehatan.
“Yang paling penting memang MoU itu, dalam rangka melakukan pendampingan kepada atlet. Itu yang paling utama. Sisanya nanti bisa menyusul, tergantung fungsi, kebutuhan, dan kemampuan rumah sakit tersebut,” kata Nabil.
Persiapan Porprov Jatim 2027
Penguatan jaringan layanan kesehatan tersebut juga berkaitan dengan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 di Surabaya.
Ajang olahraga tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 22 ribu peserta. Jumlah tersebut membuat kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, hingga mekanisme penanganan cedera menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pertandingan.
Dengan semakin banyaknya rumah sakit yang terlibat, KONI Jatim memiliki lebih banyak dukungan ketika atlet maupun peserta membutuhkan layanan kesehatan selama kompetisi.
Direktur RS Korpri Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurut dia, rumah sakit yang dipimpinnya tengah melakukan transformasi layanan dan memiliki fasilitas serta layanan spesialisasi yang dapat mendukung kebutuhan atlet.
“Artinya, layanan-layanan ini sudah tepat sekali apabila dikolaborasikan dengan KONI Jatim selaku wadah para atlet. Harapannya, ke depan kita bisa bersinergi. Atlet-atlet yang memang membutuhkan layanan kesehatan terkait, insyaallah kami juga siap untuk melayani,” kata Jibril.
Layanan Medis untuk Dukung Performa Atlet
Direktur Rumah Sakit PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, M.Kes., FISQua, mengatakan kebutuhan kesehatan atlet membutuhkan dukungan yang komprehensif. Tidak hanya tenaga medis, tetapi juga fasilitas penunjang yang memadai.
“Kami memiliki keunggulan utama pada kelengkapan layanan unggulan (Centre of Excellence), dukungan tenaga medis spesialis dan subspesialis berpengalaman, serta fasilitas penunjang medis modern. Fasilitas kami ini diharapkan bisa membantu kesiapan atlet-atlet Jatim,” ujar Rony.
Bagi KONI Jatim, rencana kerja sama dengan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola pendampingan kesehatan atlet dalam jangka panjang.
Kesehatan atlet tidak hanya diperlukan agar mereka mampu tampil dalam satu pertandingan. Kondisi fisik yang terjaga menjadi modal penting untuk menjalani program latihan, menghadapi kompetisi, sekaligus mempertahankan performa.
Dengan dukungan layanan kesehatan yang semakin luas, atlet Jawa Timur diharapkan dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan lebih aman. Ketika persoalan kesehatan atau cedera terjadi, penanganannya pun diharapkan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Editor: Arif Ardliyanto