Alat Pencacah Daging Disulap Jadi Mesin Pelet Ikan, Bisa Tekan Biaya Produksi Bikin UMKM Untung
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Membuat pakan ikan tak selalu membutuhkan mesin mahal. Inovasi sederhana dikembangkan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dengan memodifikasi alat pencacah daging menjadi mesin pembuat pelet atau pakan ikan.
Inovasi tersebut dikembangkan Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat. Peralatan yang sebelumnya digunakan untuk mencacah daging dimodifikasi agar memiliki fungsi lain, yakni mengolah bahan menjadi pelet.
“Saya mengembangkan alat ini dari pencacah daging menjadi produksi pelet atau pakan ikan,” ujar Supangat sambil memperagakan proses produksi.
Pengembangan mesin tersebut tidak berdiri sendiri. Untag Surabaya memasukkannya ke dalam konsep zero waste yang tengah diterapkan di lingkungan kampus sebagai bagian dari program eco campus.
Konsep tersebut memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia sehingga limbah tidak langsung berakhir sebagai sampah. Salah satu lokasi yang digunakan adalah rooftop lantai empat Untag Surabaya yang dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hidroponik.
Supangat menjelaskan, berbagai aktivitas di kawasan tersebut dirancang dalam satu siklus yang saling berkaitan. Tanaman, kelinci, hingga ikan lele ditempatkan dalam ekosistem pemanfaatan limbah.
“Jadi, kami bikin sebuah siklus yang kita namakan zero waste. Kami memanfaatkan lahan di lantai empat, kami punya rooftop yang nanti dimanfaatkan untuk penanaman hidroponik,” terang Supangat.
Editor: Arif Ardliyanto