Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diburu 270 Ribu Pengunjung, PRJ Jatim 2026 Pasang Target Transaksi Fantastis Rp50 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sekadar Pameran, Ratusan Pelaku Usaha di Surabaya Bahas Cara Dongkrak Ekonomi Jatim

Jum'at, 18 September 2026 | 08:08 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Bukan Sekadar Pameran, Ratusan Pelaku Usaha di Surabaya Bahas Cara Dongkrak Ekonomi Jatim
PBEF 2026 di Surabaya mempertemukan pelaku usaha, UMKM, industri, kampus dan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (Foto: iNewsSurabaya.id/Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertemuan pelaku usaha, dunia industri, perguruan tinggi, UMKM dan pemerintah dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar gagasan, inovasi dan peluang usaha tidak berhenti di lingkungan masing-masing.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Petranesian Business and Education Fair (PBEF) 2026 yang digelar di Galaxy Mall Surabaya, 17-20 September 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 Universitas Kristen Petra (UK Petra) itu mempertemukan sejumlah elemen yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan ekonomi dan pendidikan.

Ketua Panitia PBEF 2026 Teddy Salim mengatakan, kegiatan tersebut dirancang dengan mempertemukan berbagai ekosistem, mulai pelaku usaha, industri, alumni, UMKM hingga lembaga pendidikan.

"Ini gabungan beberapa ekosistem, mulai dunia pendidikan, dunia industri, alumni, hingga civitas akademika UK Petra. Kami ingin membuka kesempatan untuk berkolaborasi," kata Teddy, Kamis malam (17/9/2026).

Menurut Teddy, pertemuan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk aktivitas bisnis. Interaksi antarpelaku usaha diharapkan dapat membuka komunikasi dengan mitra industri, investor, lembaga pendidikan maupun pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan usaha.

Dengan mempertemukan berbagai sektor dalam satu ruang, pelaku usaha dapat saling bertukar informasi mengenai kebutuhan pasar, peluang kerja sama hingga perkembangan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri.

PBEF 2026 sendiri memanfaatkan area lebih dari 5.500 meter persegi dengan lebih dari 270 tenant. Selain pelaku usaha dan industri, kegiatan tersebut juga melibatkan sekolah serta sejumlah lembaga kursus.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Dr Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Endy, perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi menghasilkan lulusan. Kampus juga memiliki sumber daya pengetahuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama dunia usaha.

"Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya, tetapi juga seberapa besar dampak kegiatan dan inovasinya bagi masyarakat," kata Endy.

Ia menyebut setidaknya terdapat tiga hal yang perlu diperkuat perguruan tinggi, yakni menghasilkan talenta yang kompeten dan adaptif, mendorong inovasi serta kewirausahaan, dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas maupun masyarakat.

Pertemuan antara akademisi dan pelaku usaha dinilai dapat menjadi ruang pertukaran kebutuhan. Dunia industri dapat menyampaikan kebutuhan kompetensi dan inovasi, sementara perguruan tinggi memiliki peluang untuk mengembangkan pengetahuan serta sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan tersebut.

"Forum seperti ini menjadi tempat bertemunya gagasan, kemitraan, dan peluang usaha baru," ujar Endy.

Ia menambahkan, pemerintah juga membutuhkan masukan dari kampus dan pelaku usaha dalam merancang pembangunan daerah. Masukan tersebut dapat menjadi bahan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat.

Rektor UK Petra Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan mengatakan, keberadaan alumni juga memiliki peran dalam membangun hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.

Berdasarkan data tracer study UK Petra, jumlah alumni mencapai sekitar 53.000 orang yang tersebar di 55 negara dan enam benua. Sebagian alumni berkembang menjadi profesional, pengusaha maupun akademisi.

"Ketika kami melihat alumni yang kami didik selama empat tahun, sekarang mereka telah menjadi agen-agen perubahan. Banyak yang menjadi pemilik bisnis kreatif, bukan hanya sebagai profesional," kata Rolly.

Menurut dia, pengalaman alumni di berbagai bidang dapat menjadi bagian dari jejaring yang mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.

PBEF 2026 berlangsung hingga 20 September 2026. Pertemuan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha, pendidikan, industri dan pemerintah dalam membangun ruang kolaborasi yang dapat mendukung aktivitas ekonomi di Jawa Timur.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut