Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebocoran Data Mahasiswa, Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan di Era Digital
Advertisement . Scroll to see content

AI Makin Pintar, Tapi Jangan Sampai Air Bersih yang Jadi Korban

Senin, 21 September 2026 | 07:17 WIB
  • author OPINI
AI Makin Pintar, Tapi Jangan Sampai Air Bersih yang Jadi Korban
Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya Eko Halim Santoso, S.Kom., M.Kom. Foto istimewa

Eko Halim Santoso, S. Kom., M. Kom 

Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya

Kita sedang hidup di masa ketika artificial intelligence (AI) berkembang begitu cepat. Dalam hitungan detik, AI bisa membantu membuat tulisan, menganalisis data, merangkum dokumen, membuat gambar, menerjemahkan bahasa, bahkan membantu manusia mencari solusi atas berbagai persoalan.

Semakin pintar AI, semakin banyak pula orang yang menggunakannya. Namun, ada satu hal yang jarang ikut kita pikirkan ketika mengetik pertanyaan di layar ponsel atau laptop: apa yang terjadi di balik jawaban yang muncul dalam hitungan detik itu?

Di belakangnya ada pusat data, server berkemampuan tinggi, jaringan komputer, listrik dalam jumlah besar, serta sistem pendingin yang harus bekerja hampir tanpa henti.

Dan di sinilah persoalan air mulai menarik perhatian. Pusat data membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga perangkat tetap berada pada suhu aman. Dalam sejumlah sistem, air menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Belum lagi kebutuhan air dan energi yang berkaitan dengan rantai produksi perangkat keras, termasuk chip semikonduktor.

Artinya, ketika kita berbicara tentang AI, sebenarnya kita tidak hanya sedang membicarakan software atau algoritma.

Kita juga sedang membicarakan energi, air, infrastruktur, dan lingkungan.

Jangan Hanya Mengukur AI dari Seberapa Pintar

Selama ini ukuran kemajuan AI sering dikaitkan dengan satu pertanyaan: seberapa pintar teknologi tersebut?

Model baru muncul dengan kemampuan yang semakin mengesankan. Komputasi semakin cepat. Kemampuan memahami bahasa semakin baik. Berbagai pekerjaan yang dulu membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat. Tetapi mungkin sudah waktunya kita menambah satu pertanyaan lagi.

Teknologi yang hebat bukan hanya teknologi yang mampu melakukan lebih banyak pekerjaan. Teknologi yang baik juga seharusnya mampu memberikan manfaat besar dengan penggunaan sumber daya yang semakin efisien.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut