Hadapi Tantangan Akses Pasar, UMKM Didorong Masuk Ekosistem Industri
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong tidak hanya mengandalkan promosi untuk mengembangkan usaha. Akses pasar dan peluang masuk ke rantai pasok industri dinilai penting agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembukaan Arunika Lounge di Waskita IDSurvey Tower (WIT), Jakarta.. Ruang ini memperkenalkan produk UMKM mitra binaan sekaligus membuka peluang pemanfaatannya di lingkungan bisnis.
Produk yang ditampilkan berasal dari UMKM binaan Biro Klasifikasi Indonesia, Sucofindo, dan Surveyor Indonesia. Produk tersebut antara lain suvenir, merchandise, hampers, serta kebutuhan pendukung kegiatan perusahaan.
Chief Financial Officer IDSurvey Sinung Triwulandari mengatakan Arunika Lounge tidak hanya menjadi ruang untuk memajang produk UMKM.
“Lebih dari sekadar ruang showcase, Arunika Lounge kami hadirkan sebagai jembatan bagi UMKM binaan untuk memperluas akses pasar dan masuk ke dalam rantai pasok pengadaan IDSurvey Group,” ujar Sinung, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memahami kebutuhan pasar dan standar produk yang diperlukan untuk masuk ke lingkungan pengadaan perusahaan.
Arunika Lounge merupakan bagian dari Program Inkubasi UMKM Champion yang dikembangkan sejak 2025. Program ini berlangsung selama empat bulan melalui pelatihan, coaching, kunjungan, dan pembahasan studi kasus sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Pendampingan mencakup empat aspek, yakni peningkatan kapasitas, bantuan teknis, pembukaan akses pasar, dan kesiapan digital.
Keempat aspek tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
Sebagai bagian dari sektor Testing, Inspection, Certification, and Classification (TICC), pengembangan UMKM juga diarahkan pada pemenuhan standar dan kualitas produk.
Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan UMKM tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas agar pelaku usaha lebih siap memenuhi kebutuhan pasar dan memasuki rantai pasok industri.
Selain ruang fisik, pengembangan akses pasar juga dilakukan melalui e-Katalog Produk UMKM Mitra Binaan. Kanal digital tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk kepada lingkungan internal perusahaan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Editor: Arif Ardliyanto