Bukan Sekadar Jualan, 217 UMK Jatimbalinus Dibekali Cara Hitung Harga Jual hingga Arus Kas
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan memiliki produk. Kemampuan menghitung harga jual, mengelola arus kas, hingga mengetahui biaya produksi menjadi bagian penting agar usaha mikro dan kecil (UMK) mampu bertahan dan berkembang.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus dalam UMK Academy 2026 Regional Jatimbalinus. Sebanyak 217 pelaku UMK binaan dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mengikuti pelatihan perdana yang digelar secara daring.
Program yang diinisiasi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus itu mengusung tema “Beri Energi Baru Menuju UMK Maju”. Peserta berasal dari beragam bidang usaha, seperti makanan dan minuman, fashion, kriya, kecantikan dan perawatan tubuh, serta sejumlah sektor lainnya.
Pelatihan perdana tidak hanya diarahkan pada pengembangan produk, tetapi menyentuh persoalan dasar yang kerap dihadapi pelaku UMK dalam menjalankan bisnis.
Dua materi utama yang diberikan yakni “Keuangan Dasar UMK: Harga Jual dan Arus Kas” serta “Menghitung HPP Produk Makanan dan Minuman”.
Peserta juga diperkenalkan dengan para akselerator yang nantinya melakukan pendampingan di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian UMK Academy 2026 agar pelaku usaha tidak berhenti pada pelatihan, tetapi memiliki ruang untuk mengembangkan pengetahuan bisnis yang telah diperoleh.
Selain pembekalan, akses pasar juga menjadi bagian dari rangkaian program. Sebanyak 10 UMK binaan dari sektor makanan dan minuman mendapat kesempatan mengikuti pameran dan bazar dalam kegiatan Fun Run HUT TNI ke-81.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (20/9) di dua lokasi, yakni Malang dan Surabaya.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Tingginya antusiasme pengunjung turut membuka peluang transaksi bagi UMK binaan.
Dalam waktu sekitar setengah hari penyelenggaraan, para pelaku usaha mendapat kesempatan memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan penjualan.
Salah satu peserta, Dita, pemilik UMK Ambrose, mengaku mendapat pengalaman berharga ketika mengikuti pameran di Lapangan Rampal, Malang.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMK untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.
“Senang banget bisa dapat kesempatan ikut pameran HUT TNI di Lapangan Rampal Malang. Jadi kami bisa mengenalkan produk Ambrose, terutama produk probiotik seperti cuka dari aneka buah, ke lebih banyak masyarakat. Buat kami ini pengalaman yang berharga dan tentunya jadi kesempatan untuk memperluas pasar. Terima kasih Pertamina dan UMK Academy sudah memberikan kesempatan ini,” ungkap Dita.
Saat membuka pelatihan UMK Academy 2026 Regional Jatimbalinus, Senior Supervisor CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Mutiara Evy Junita, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil lolos ke tahap regional.
“Selamat kepada seluruh peserta UMK Academy yang telah berhasil lolos hingga ke tahap regional. Pelatihan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran dan pendampingan berkelanjutan untuk mendorong pengembangan usaha UMK binaan kami,” ujar Mutiara Evy Junita.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penguatan kemampuan dasar bisnis menjadi bagian penting dalam upaya mendorong perkembangan pelaku usaha lokal.
“Melalui UMK Academy 2026, kami ingin memberikan dorongan nyata sesuai semangat ‘Beri Energi Baru Menuju UMK Maju’. Penguatan fundamental usaha serta pendampingan dari para akselerator di setiap wilayah diharapkan dapat membantu UMK binaan untuk siap naik kelas dan lebih berdaya saing,” ungkap Ahad Rahedi.
Rangkaian UMK Academy 2026 Regional Jatimbalinus selanjutnya diarahkan pada pendampingan yang berkelanjutan. Dengan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan, perhitungan biaya produksi, hingga akses pasar, pelaku UMK diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan usahanya.
Editor: Arif Ardliyanto