Marak Hoaks, Siswa SMA di Surabaya Ini Dibekali Jurus Jitu Menulis Berita dan Cara Bongkar Fakta
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menulis berita bukan sekadar merangkai kalimat. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, calon jurnalis muda dituntut mampu menemukan fakta, mengolah data, serta menyajikannya secara akurat.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu materi yang ditekankan dalam Diklat Jurnalistik SMA Wijaya Putra Surabaya. Kegiatan ini digelar untuk membekali calon anggota jurnalistik dengan pemahaman dasar mengenai teknik penulisan berita sekaligus etika jurnalistik.
Dalam diklat tersebut, Pemimpin Redaksi iNewsSurabaya.id sekaligus pembimbing jurnalistik, Arif Ardliyanto, Sos.I., M.I.Kom, memberikan materi bertajuk “Teknik Menulis Berita Anti Buntu: Menguasai 5W+1H, Kode Etik Jurnalistik untuk Jurnalis Muda SMA.”

Arif mengajak para siswa mengubah cara pandang terhadap aktivitas menulis. Menurutnya, kebuntuan dalam menulis sering kali muncul karena seseorang sejak awal sudah menganggap menulis sebagai pekerjaan yang sulit.
“Kita harus memiliki pemikiran bisa menulis, asumsi buntu itu dihilangkan dulu. Fenomenanya sudah ada, kita harus menulis dengan ritme yang berulang-ulang,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, kemampuan menulis dan menyusun informasi berdasarkan fakta tidak hanya berguna bagi siswa yang ingin menjadi wartawan. Keterampilan tersebut juga dibutuhkan dalam berbagai bidang, terutama ketika masyarakat setiap hari berhadapan dengan informasi dari beragam sumber.
Karena itu, kemampuan memastikan kebenaran informasi menjadi bagian penting sebelum sebuah berita maupun informasi disebarluaskan.
“Sekarang, menyajikan fakta adalah hal yang paling penting, untuk menanggulangi hoaks,” katanya.
Editor: Arif Ardliyanto