Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ukur Dampak Pelatihan Siswa Vokasi, Dindik Jatim Siapkan Tracer Study
Advertisement . Scroll to see content

418.012 Siswa Jatim Siap Ikuti TKA, Sekolah Mulai Matangkan Simulasi

Rabu, 23 September 2026 | 07:37 WIB
  • author Saipul Yudi
418.012 Siswa Jatim Siap Ikuti TKA, Sekolah Mulai Matangkan Simulasi
Ratusan ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di Jatim siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 418.012 siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur (Jatim) tercatat siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. 

Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim kini mematangkan persiapan dengan mendorong sekolah menggelar simulasi untuk memastikan kesiapan perangkat sekaligus membiasakan siswa menghadapi pola soal.

Berdasarkan data Dindik Jatim, terdapat 4.140 SMA, SMK, dan SLB yang mendaftar TKA. Dari sekitar 434.966 siswa yang terdata sebagai peserta, sebanyak 418.012 siswa telah tercatat mengikuti persiapan pelaksanaan TKA.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan tes berjalan lancar. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan fisik siswa.

“Yang kita harapkan anak-anak bukan hanya menyiapkan bagaimana mereka belajar tentang akademik yang diujikan di TKA, tapi yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisiknya,” kata Aries, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, simulasi dilakukan untuk mengecek kesiapan tempat, perangkat komputer, sekaligus melatih siswa membaca dan memahami karakter soal. 

Kemampuan tersebut dinilai penting karena siswa akan menghadapi variasi soal yang membutuhkan pemahaman sebelum menentukan jawaban.

“Simulasi yang pertama adalah tempat dan komputernya, perangkatnya. Yang kedua, bagaimana anak-anak kita membaca dan memahami isi soal-soal yang ada,” ujarnya.

Dindik Jatim juga mendorong sekolah memperkuat mata pelajaran wajib maupun pilihan yang diambil siswa. 

Beberapa mata pelajaran wajib yang menjadi perhatian antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Aries menegaskan tidak ada target nilai yang diseragamkan bagi seluruh siswa.  Menurutnya, setiap peserta memiliki kemampuan dan karakter berbeda sehingga sekolah perlu memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Surabaya Moh Zainuri mengatakan sekolahnya telah menggelar simulasi dengan melibatkan 45 siswa, masing-masing lima siswa dari setiap kelas. 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut