Siswi SMAN 5 Surabaya Raisya Narraya Raih Gelar Puteri Kebaya Jawa Timur 2026
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Kota Surabaya. Raisya Narraya Putri Arofah, siswi SMAN 5 Surabaya (Smala), berhasil meraih gelar Puteri Kebaya Jawa Timur 2026 kategori Remaja.
Raisya yang akrab disapa Naia tersebut menyabet gelar pada Grand Final Puteri Kebaya Jawa Timur (PKJT) 2026 di Graha Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Gelar tingkat provinsi ini melanjutkan prestasi Naia di tingkat Kota Surabaya. Sebelumnya, ia meraih posisi 2nd Runner Up Pemilihan Puteri Kebaya Surabaya 2026 kategori Remaja pada Juni 2026.
Bagi Naia, gelar tersebut menjadi tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan dan melestarikan kebaya kepada generasi muda.
“Aku ingin terus belajar, membawa nama Jawa Timur dengan bangga, dan menggunakan platform ini untuk memberikan dampak yang positif,” ujar Naia, Rabu (23/9/2026).
Ia berharap perjalanan tersebut dapat menginspirasi anak muda untuk semakin mencintai budaya sekaligus percaya terhadap potensi diri.
Menurut Naia, setiap finalis memiliki keunikan dan kekuatan masing-masing. Salah satu kekuatan yang ia andalkan adalah kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking.
“Aku suka menyampaikan sesuatu yang bermakna dan membangun koneksi dengan orang lain. Aku ingin menggunakan kemampuan itu untuk membawa pesan bahwa kecantikan juga berasal dari nilai, pola pikir, dan bagaimana kita memperlakukan orang lain,” katanya.
Naia juga memandang Puteri Kebaya bukan sekadar ajang untuk mengenakan kebaya dan tampil anggun. Menurutnya, gelar tersebut juga berkaitan dengan pemahaman terhadap budaya, menjaga nilai-nilainya, serta memperkenalkannya kepada generasi muda.
“Aku ingin menunjukkan bahwa kebaya itu timeless dan kita sebagai anak muda bisa bangga mengenakannya,” tuturnya.
Menjalani pendidikan di SMAN 5 Surabaya sekaligus mengikuti ajang tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Naia. Ia harus membagi waktu dan energi antara sekolah dan kegiatan pageant.
Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya belajar lebih disiplin, percaya diri, dan berani keluar dari zona nyaman. “Aku belajar bahwa kita tidak selalu harus sempurna untuk bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Naia mengaku masih merasa seperti bermimpi setelah mendapatkan gelar tersebut. Apalagi, Puteri Kebaya Jawa Timur menjadi pageant pertama yang diikutinya.
“Ini pageant pertama aku, jadi bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Jawa Timur adalah hal yang sangat aku syukuri. Aku juga bangga karena perjalanan ini mengajarkan aku banyak hal, bukan hanya tentang kebaya, tapi juga tentang diri aku sendiri,” katanya.
Puteri Kebaya Jawa Timur telah digelar sejak 2023 dengan empat kategori, yakni Cilik, Anak, Remaja, dan Dewasa. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan kebaya dan budaya Jawa Timur.
Setelah meraih gelar kategori Remaja, Naia bersama para pemenang PKJT 2026 akan menjalankan sejumlah program edukasi dan pelestarian budaya.
Salah satunya PKJT Goes to School dan Kebaya Day, berupa edukasi serta kampanye mengenakan kebaya di lingkungan sekolah. Program ini ditujukan untuk mendekatkan kebaya dengan kehidupan generasi muda.
Ada pula Kebaya Goes Digital, yang mendorong promosi kebudayaan melalui platform digital agar kebaya tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Program lainnya adalah Social & Cultural Project, berupa kegiatan sosial dan budaya di tengah masyarakat. Para pemenang juga akan mendorong kolaborasi dengan UMKM dan desainer lokal untuk mendukung industri kreatif serta keberlangsungan perajin kebaya.
Editor: Arif Ardliyanto