Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ukur Dampak Pelatihan Siswa Vokasi, Dindik Jatim Siapkan Tracer Study
Advertisement . Scroll to see content

Polda Jatim Turun Tangan Tangani Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang

Senin, 28 September 2026 | 07:19 WIB
  • author Lukman Hakim
Polda Jatim Turun Tangan Tangani Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang
Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum. (Foto : istimewa).

MALANG, iNewsSurabaya.id – Mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH dilaporkan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan kekerasan fisik dan verbal terhadap sejumlah siswa.

Sedikitnya delapan siswa bersama orang tua masing-masing telah melaporkan MAH ke polisi. Dua laporan masuk pada Jumat (25/9/2026). Kemudian disusul enam laporan lainnya pada Sabtu (26/9/2026).

Kasus dugaan kekerasan tersebut mencuat setelah video yang memperlihatkan aksi penamparan terhadap seorang siswa beredar di media sosial. Peristiwa itu kemudian memicu protes dari orang tua dan siswa di SMPN 18 Malang.

Kasus ini bermula pada Kamis (24/9/2026), ketika MAH diduga melakukan kekerasan terhadap seorang siswa berinisial RAF, 15 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima Polresta Malang Kota, RAF diduga ditampar sebanyak empat kali dan dipukul menggunakan tangan mengepal satu kali oleh terlapor.

Tindakan tersebut diduga terjadi karena RAF tidak mengenakan seragam lurik yang diwajibkan sekolah pada Kamis. RAF disebut menggunakan seragam batik sebagai pengganti karena keterbatasan ekonomi.

Pendamping hukum korban, Lilik Yuliana, mengatakan dugaan kekerasan yang dilakukan MAH bukan hanya terjadi sekali.

Menurut dia, sejumlah siswa mengaku mengalami tindakan fisik maupun verbal. Beberapa di antaranya disebut mengalami luka, lebam, bengkak hingga harus mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Hal itu sudah sering kali terjadi, enggak hanya kemarin saja. Kebetulan kemarin itu ada yang memvideokan saja dan viral," kata Lilik.

Setelah video tersebut beredar, siswa dan orang tua mendatangi sekolah pada Jumat (25/9/2026). Mereka memprotes dugaan tindakan kekerasan tersebut dan meminta MAH tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah.

Selain laporan terkait RAF, polisi juga menerima laporan dari siswa lain. Hingga Sabtu (26/9/2026), total delapan siswa bersama orang tua telah melaporkan dugaan kekerasan tersebut.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum bersama Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah mengunjungi para korban.

Kunjungan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial setempat. Fokusnya adalah memastikan para siswa mendapatkan pendampingan serta dukungan untuk proses pemulihan trauma.

"Kami hadir untuk memastikan adik-adik korban kekerasan mendapatkan pendampingan dan pemulihan terbaik agar mereka tetap mau bersekolah," ujar Ganis, Minggu (27/9/2026).

Polisi juga mengidentifikasi kemungkinan adanya korban lain di lingkungan SMPN 18 Malang. Dari data awal, terdapat siswa yang dilaporkan mengalami luka lebam. Namun, polisi belum menyimpulkan jumlah keseluruhan korban karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Ganis mengimbau korban maupun masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak agar tidak takut melapor. "Jangan takut melapor agar kami bisa memberikan perlindungan maksimal," ujarnya.

Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah mengatakan penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk mengusut perkara tersebut. 

Penyidik juga melakukan visum medis terhadap korban untuk mendukung proses penyelidikan. Sementara pemeriksaan terhadap MAH sebagai pihak terlapor akan dijadwalkan sesuai prosedur hukum.

"Keterangan dan bukti yang diperoleh akan kami analisis secara mendalam untuk menerapkan pasal perlindungan anak maupun KUHP secara tepat," kata Khusnul.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut