Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Indah Toleransi di Surabaya, Umat Buddha Berbagi Paket Lebaran untuk Warga Muslim
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Kaget, Cara Bulak Banteng Verifikasi Data Warga Antar Surabaya Masuk 12 Besar Nasional

Selasa, 29 September 2026 | 08:23 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Bikin Kaget, Cara Bulak Banteng Verifikasi Data Warga Antar Surabaya Masuk 12 Besar Nasional
Kelurahan Bulak Banteng Surabaya masuk 12 besar nasional Desa Cantik 2026 berkat inovasi ground check data warga secara door to door. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bukan sekadar mengumpulkan data, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, memilih turun langsung ke rumah warga untuk memastikan kondisi masyarakat sesuai dengan data yang tercatat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari inovasi ground check dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Hasilnya, Kelurahan Bulak Banteng berhasil masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada 26 September 2026 dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 oleh Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Bagi Kelurahan Bulak Banteng, capaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Salah satu proses yang menjadi perhatian adalah upaya memastikan data warga benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.

Lurah Bulak Banteng Surabaya, Mat Lilla, mengatakan ground check dilakukan untuk memverifikasi sekaligus memvalidasi data masyarakat. Sasaran utama antara lain warga yang berada dalam kelompok desil 1 dan 2.

Petugas tidak hanya mengandalkan data administratif. Mereka mendatangi rumah warga secara door to door untuk melihat langsung kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Mat Lilla, kualitas data sangat menentukan ketepatan program yang diberikan kepada masyarakat.

"Intinya adalah data. Kalau datanya berkualitas, intervensi kepada masyarakat juga akan lebih tepat sasaran. Karena itu, kami melakukan ground check untuk memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan," kata Mat Lilla, Senin (28/9/2026).

Data hasil verifikasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar menentukan bentuk intervensi. Salah satunya untuk menangani persoalan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut