Kasus Seksual Anak Terbongkar di Sidoarjo, Polisi Tangkap Pelaku Dalami Dugaan Korban Lain
Ancaman itu membuat korban berada dalam tekanan. Namun, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua. Pihak keluarga kemudian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan kepada polisi.
Pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada dugaan tindak pidana terhadap satu korban. Dalam pemeriksaan, penyidik menemukan adanya komunikasi antara MAY dengan sejumlah anak yang masih di bawah umur melalui media sosial.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan. Polisi masih menelusuri aktivitas komunikasi pelaku untuk memastikan apakah ada anak lain yang menjadi korban.
“Pelaku ini menyukai anak-anak dan dari pemeriksaan kami masih terus melakukan pengembangan,” kata Rohmawati.
Polisi belum menyimpulkan jumlah korban lain karena proses penyelidikan masih berlangsung. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya korban yang belum berani melapor akibat tekanan maupun ancaman.
MAY kini telah diamankan di sel tahanan Polresta Sidoarjo. Ia menjalani proses hukum lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana seksual terhadap anak yang dilaporkan keluarga korban.
Kasus tersebut menjadi perhatian terhadap pola interaksi anak dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial. Polisi mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk komunikasi melalui aplikasi media sosial.
Pengawasan dinilai penting terutama ketika anak mulai berkomunikasi secara intens dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal secara langsung.
Polisi juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana serupa agar segera melapor kepada pihak berwenang. Langkah tersebut diperlukan agar dugaan kekerasan seksual terhadap anak dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan korban berikutnya.
Sementara itu, penyidik Polresta Sidoarjo masih terus mendalami kasus MAY, termasuk menelusuri komunikasi di media sosial dan kemungkinan adanya korban lain yang belum mengungkapkan kejadian yang dialaminya.
Editor: Arif Ardliyanto