Sektor Logistik Tumbuh 6,81 Persen, Surabaya Jadi Titik Strategis Distribusi Indonesia Timur
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergerakan barang dari kawasan industri menuju pasar menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi di Jawa Timur. Di tengah pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan, Surabaya dinilai memiliki posisi strategis sebagai titik penghubung distribusi barang ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia Timur.
Potensi tersebut terlihat dari pertumbuhan sektor Transportasi dan Pergudangan secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor tersebut tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I-2026.
Secara tahunan, pertumbuhan sektor Transportasi dan Pergudangan mencapai 8,04 persen pada triwulan I-2026 dan 5,65 persen pada triwulan II. Pada triwulan II, sektor ini memberikan kontribusi sebesar 6,16 persen terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB).
Pertumbuhan sektor logistik juga tidak terlepas dari aktivitas ekonomi Jawa Timur. BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada triwulan I-2026, kemudian berada di angka 5,72 persen pada triwulan II.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor, antara lain konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap fasilitas logistik yang mampu menghubungkan kawasan produksi, pelabuhan, gudang, hingga pasar semakin besar.
Salah satu fasilitas pergudangan yang mengambil posisi di jalur tersebut berada di kawasan Osowilangun, Surabaya. Fasilitas milik PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) itu dikembangkan sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan industri di Jawa Timur dengan distribusi menuju Indonesia Timur.
Direktur CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjadi bagian dari proses distribusi dan pengelolaan rantai pasok.
“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Iman di Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Editor: Arif Ardliyanto