Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kontainer Makin Padat, Ini Titik Rawan Logistik Indonesia yang Mulai Disorot Peneliti
Advertisement . Scroll to see content

Sektor Logistik Tumbuh 6,81 Persen, Surabaya Jadi Titik Strategis Distribusi Indonesia Timur

Rabu, 30 September 2026 | 12:36 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Sektor Logistik Tumbuh 6,81 Persen, Surabaya Jadi Titik Strategis Distribusi Indonesia Timur
Sektor logistik tumbuh 6,81 persen pada semester I-2026. Surabaya semakin strategis sebagai simpul distribusi barang dari Jawa Timur menuju Indonesia Timur. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Fasilitas Osowilangun menggabungkan sejumlah fungsi dalam satu kawasan, mulai dari pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan hingga distribusi.

Kompleks pergudangan tersebut telah beroperasi sejak 2017 dengan luas sekitar 140.000 meter persegi. Di dalamnya terdapat fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi.

Tingkat keterisian atau occupancy rate fasilitas tersebut saat ini mencapai 82 persen.

Sebagai fasilitas PLB, kawasan Osowilangun dapat digunakan untuk mendukung kegiatan inbound dan outbound, penyimpanan barang sesuai ketentuan kepabeanan, hingga proses repacking, pelabelan, dan konsolidasi.

Skema tersebut juga memungkinkan pembayaran bea dan pajak ditunda hingga barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanisme ini bukan berarti menghapus kewajiban kepabeanan, melainkan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan arus barang.

Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan

Selain kapasitas dan konektivitas, perkembangan industri logistik juga dihadapkan pada tuntutan efisiensi serta penerapan prinsip keberlanjutan.

CKB Logistics menyebut sejumlah upaya dilakukan di fasilitas Osowilangun, antara lain pemanfaatan pencahayaan alami melalui skylight serta penggunaan forklift listrik untuk mendukung efisiensi operasional.

Perusahaan juga menjalankan sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya.

Iman mengatakan aspek keselamatan, digitalisasi, efisiensi, dan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan operasional logistik.

“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” katanya.

Keberadaan fasilitas pergudangan dengan berbagai fungsi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperpendek dan menata alur rantai pasok. Bagi kawasan industri Jawa Timur, konektivitas tersebut penting karena distribusi barang tidak berhenti di pasar regional, tetapi juga bergerak menuju berbagai daerah di Indonesia Timur.

Supply Chain Indonesia memproyeksikan sektor Transportasi dan Pergudangan pada 2027 dapat mencapai nilai Rp1.713,24 triliun atau tumbuh 7,69 persen.

Dengan tren tersebut, kebutuhan terhadap sistem logistik yang mampu mengintegrasikan penyimpanan, pengelolaan barang, kepabeanan, dan distribusi diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutur Iman.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut