Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo ke Jombang Hari Ini, Ndalem Pesantren Tambakberas Jadi Tujuan Sebelum Buka Muktamar NU
Advertisement . Scroll to see content

Makna di Balik Pertemuan Prabowo dan Megawati

Rabu, 30 September 2026 | 21:13 WIB
  • author OPINI
Makna di Balik Pertemuan Prabowo dan Megawati
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. (Foto : istimewa).

Sebaliknya, yang terlihat adalah rumah, sofa, percakapan, suasana duka, serta orang-orang terdekat di sekitar kedua tokoh. Konteks semacam ini lebih kuat mengarahkan pembacaan kepada hubungan personal, penghormatan, dan keterbukaan komunikasi daripada kepada transaksi politik.

Pertemuan tersebut juga dapat dibaca dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Kita mengenal tradisi silaturahmi, bertamu, menjenguk, sowan, dan takziah sebagai praktik sosial yang memungkinkan hubungan antarmanusia tetap terjaga meskipun terdapat perbedaan pandangan, kepentingan, bahkan pilihan politik. 

Dalam konteks inilah pertemuan Prabowo dan Megawati memperoleh makna yang lebih luas.

Keduanya bukan hanya dua figur politik nasional dengan posisi dan perjalanan politik yang berbeda, tetapi juga dua individu yang tetap berada dalam ruang sosial yang memungkinkan penghormatan dan hubungan personal tetap terjaga. 

Ketika praktik semacam itu dilakukan oleh tokoh-tokoh dengan posisi publik yang sangat kuat, peristiwa yang pada dasarnya bersifat personal secara otomatis memperoleh dimensi publik. 

Bukan karena takziah tersebut merupakan pesan politik yang sengaja dirancang, melainkan karena tindakan figur politik hampir selalu dibaca publik dalam kaitannya dengan posisi dan relasi politik mereka.

Konteks Guruh Soekarnoputra memberikan lapisan lain yang tak terpisahkan. Guruh bukan hanya adik Megawati, melainkan juga putra bungsu Presiden Soekarno. Dengan demikian, rumah duka tersebut sekaligus bersentuhan dengan memori sejarah Republik. 

Presiden Republik Indonesia saat ini datang memberikan penghormatan kepada keluarga Presiden pertama dan diterima oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia. Di sekitar mereka hadir pula Ketua DPR, Wakil Ketua DPR, serta sejumlah pejabat dan tokoh partai. 

Namun, semua kedudukan formal tersebut untuk sementara berada dalam konteks yang sangat manusiawi: sebuah keluarga sedang kehilangan salah satu anggotanya. Pada titik itu, politik, sejarah, dan kemanusiaan bertemu dalam satu ruang.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut