Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Jantung Mengintai Usia di Bawah 40 Tahun, Dokter Ungkap Pemicu yang Sering Diabaikan
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Tunggu Sakit Parah, Keluhan Sepele Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Jantung

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:46 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Jangan Tunggu Sakit Parah, Keluhan Sepele Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Jantung
Waspadai keluhan berulang seperti nyeri dada, sesak dan mudah lelah. RS Kemenkes Surabaya mengingatkan pentingnya deteksi dini penyakit jantung. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Rasa tidak nyaman di dada, napas yang terasa lebih pendek setelah beraktivitas, hingga tubuh yang mudah lelah sering kali dianggap sebagai hal biasa. Kesibukan pekerjaan, kurang tidur, atau aktivitas fisik yang padat kerap menjadi alasan untuk mengabaikannya.

Namun, jika keluhan tersebut terus berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi itu sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya, termasuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan masalah jantung atau kondisi kesehatan lainnya.

Pentingnya mengenali tanda-tanda tersebut menjadi salah satu pesan dalam Surabaya Health Fest (SHF) 2026 yang digelar RS Kemenkes Surabaya. Mengangkat tema Moving Together for a Healthier Future, kegiatan ini menjadi sarana edukasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap deteksi dini berbagai penyakit.

Ketua Pelaksana Rangkaian Acara Surabaya Health Fest 2026, dr. Acitta Raras Wimala, MARS, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan RS Kemenkes Surabaya.

"Berbagai bidang kesehatan dibahas dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mulai dari kanker, jantung, saraf, urologi hingga kesehatan ibu dan anak," katanya.

Salah satu agenda dalam SHF 2026 yang mendapat perhatian adalah seminar dan live surgery bertajuk “When The Right Heart Goes Wrong”.

Kegiatan ini membahas penanganan penyakit jantung sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarspesialis ketika dokter menentukan terapi bagi pasien dengan kondisi tertentu.

Pesan mengenai deteksi dini menjadi penting karena penyakit jantung tidak selalu hanya berkaitan dengan usia lanjut. Masyarakat usia produktif pun tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan faktor risiko yang dimiliki.

"Keluhan seperti rasa tidak nyaman atau nyeri di dada, sesak napas ketika beraktivitas, mudah lelah, maupun penurunan kemampuan beraktivitas tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit jantung. Namun, ketika keluhan tersebut muncul berulang, semakin berat, atau terjadi bersama gejala lain, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya," ujarnya.

Gejala yang dirasakan seseorang juga tidak selalu sama dengan orang lain. Karena itu, diagnosis tidak cukup dilakukan berdasarkan perkiraan dari gejala yang muncul. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi secara lebih tepat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut