Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Film Surabaya 2026 Tantang Peserta Bikin Karya Berbasis AI
Advertisement . Scroll to see content

Dari Materi hingga Mental, Ini Pentingnya Pembinaan Siswa Sebelum Kompetisi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:03 WIB
  • author Saipul Yudi
Dari Materi hingga Mental, Ini Pentingnya Pembinaan Siswa Sebelum Kompetisi
Pembinaan sebelum kompetisi menjadi bekal siswa menghadapi tekanan dan persaingan. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Banyak hal yang menentukan keberhasilan siswa dalam ajang olimpiade. Di antaranya, kemampuan akademik, pembinaan yang terarah, penguasaan materi, kemampuan presentasi hingga kesiapan mental.

Hal tersebut terlihat dari keberhasilan kontingen Jawa Timur (Jatim) dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Jatim meraih sembilan medali sekaligus mempertahankan gelar juara umum untuk keenam kalinya secara berturut-turut sejak 2021.

Sembilan medali tersebut diraih siswa jenjang SMA/MA dan SMP/MTs. Dari jenjang SMA/MA, Jatim menyumbangkan tiga medali perak dan satu penghargaan khusus. Sementara jenjang SMP/MTs meraih enam medali yang terdiri atas dua emas dan empat perunggu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan sebelum kompetisi nasional.

Sebanyak 22 tim Jatim menjalani training center (TC) untuk mematangkan kemampuan presentasi sekaligus kesiapan mental siswa. Proses tersebut dilakukan setelah para siswa menyelesaikan penelitian bersama guru pendamping.

“Kita matangkan persiapan selama dua hari. Penelitian mereka sudah dilakukan bersama guru pendamping. Kita tinggal matangkan dari sisi presentasi dan mental siswa,” ujar Aries, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Aries, pembinaan menjelang kompetisi tidak cukup hanya dengan memperdalam materi penelitian. Siswa juga perlu memahami bagaimana menyampaikan hasil penelitian, mempertahankan argumen, menjawab pertanyaan juri, serta menghadapi tekanan selama kompetisi.

Untuk memperkuat persiapan tersebut, Dindik Jatim menghadirkan sejumlah expert yang berpengalaman dalam kompetisi OPSI tingkat nasional.

Para ahli tersebut membantu siswa dan guru pendamping memahami tahapan final, membaca karakteristik persaingan, serta menyusun strategi presentasi.

“Alhamdulillah di OPSI kemarin kita diwakili 22 tim, yang terdiri dari sembilan tim dari jenjang SMA sederajat dan 13 dari jenjang SMP sederajat. Dari hasil itu kita berhasil membawa total sembilan medali,” katanya.

Aries menilai capaian tersebut menunjukkan konsistensi pembinaan penelitian di lingkungan sekolah Jatim. Namun, menurutnya, penelitian tidak semestinya hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dalam kompetisi.

Penelitian perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang melatih siswa menemukan persoalan, berpikir kritis, mengolah data, hingga menghasilkan solusi.

Pembinaan tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Siswa didorong mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, melakukan penelitian, kemudian menyusun solusi berdasarkan data.

“Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi. Ini yang akan membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka,” jelasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut