Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bromo Kembali Terbakar, Api Merembet ke Gunung Kursi
Advertisement . Scroll to see content

Dahsyat! Ledakan Ruko San Antonio Surabaya Rusakkan 42 Ruko, 16 Rumah Ikut Terdampak

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Dahsyat! Ledakan Ruko San Antonio Surabaya Rusakkan 42 Ruko, 16 Rumah Ikut Terdampak
Ledakan Ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya merusak 42 ruko, 16 rumah dan 8 kendaraan. Lima karyawan rumah makan mengalami luka bakar. Foto iNewsSurabaya.id/tangkaplayar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ledakan keras yang terjadi di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi, meninggalkan kerusakan cukup luas. Puluhan bangunan hingga kendaraan dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya masih menyisir kawasan sekitar lokasi ledakan untuk memastikan jumlah kerusakan dan dampak yang ditimbulkan. Pendataan dilakukan terhadap ruko, rumah hunian, hingga kendaraan milik warga.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, proses pendataan belum selesai. Petugas bersama sejumlah pihak terkait turun langsung untuk mengecek kondisi bangunan yang terdampak.

"Saat ini saya dengan Pak Camat dan Pak Awan dari Pakuwon. Kita sedang jalan kaki menuju ke rumah yang terdampak. Kita mau lihat," kata Irvan.

Berdasarkan data awal BPBD Kota Surabaya, sedikitnya 42 unit ruko mengalami dampak akibat ledakan. Tingkat kerusakannya bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ruko masuk kategori rusak ringan. Kemudian 28 ruko mengalami kerusakan sedang, sedangkan empat ruko lainnya mengalami rusak berat.

Ledakan juga berdampak terhadap rumah warga. Sebanyak 16 rumah hunian tercatat mengalami kerusakan.

Rinciannya, 13 rumah mengalami rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah mengalami kerusakan berat.

Tak hanya bangunan, kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga terkena dampak. BPBD mencatat sedikitnya delapan kendaraan mengalami kerusakan, terdiri atas lima mobil dan tiga sepeda motor.

Irvan menegaskan, angka tersebut masih merupakan data awal. BPBD masih melakukan verifikasi di lapangan agar seluruh informasi kerusakan yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Kita ini kan masih melakukan pendataan, termasuk pendalaman. Jangan sampai ketika kita melakukan pendataan ternyata data itu tidak valid. Oleh sebab itu sampai dengan sekarang masih kita dalami," ujarnya.

Lima Karyawan Rumah Makan Luka-luka

Di tengah kerusakan yang meluas, ledakan ruko San Antonio Surabaya juga menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Kelima korban diketahui merupakan karyawan rumah makan yang berada di lokasi kejadian.

Tiga korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji. Sementara dua korban lainnya membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

"Untuk korban total ada lima orang dan semuanya adalah karyawan dari rumah makan tersebut. Untuk tiga orang ini masih berada di Rumah Sakit Haji. Untuk yang dua orang perlu penanganan lebih lanjut, kita rujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo," kata Irvan.

Mayoritas korban mengalami luka bakar. Beberapa di antaranya mengalami luka pada bagian wajah. Meski demikian, BPBD belum dapat memastikan persentase luka bakar yang dialami masing-masing korban.

Kelima korban tersebut yakni Eky (27), Windy Pratama (30), Kholifa (27), Moch Syofan (19), dan Liutami Matul Khoiriyah (23).

Eky tercatat mengalami luka bakar pada kedua lengan. Windy mengalami luka bakar pada tangan kanan dan wajah.

Kemudian Kholifa mengalami luka robek pada lutut kanan serta luka bakar pada siku dan rambut. Moch Syofan mengalami luka bakar pada bagian kening.

Sementara Liutami mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan paha.

"Kita belum sampai menghitung (luka bakar sampai kena berapa persen). Yang jelas rata-rata mereka terkena pada bagian wajah," ujar Irvan.

Polisi Olah TKP, Puing Dibersihkan

Setelah ledakan terjadi, kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan sekaligus membatasi aktivitas warga di area terdampak.

BPBD Kota Surabaya juga melakukan pendataan kerusakan sekaligus mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi selama proses penanganan berlangsung.

Pembersihan puing-puing bangunan menjadi bagian lain dari penanganan. Petugas BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya diterjunkan untuk membersihkan material bangunan yang rusak akibat ledakan.

Sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. Di antaranya BPBD Kota Surabaya, DPKP Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polda Jatim, Praja Sukolilo, Projopati Kalisari, Posko Terpadu Timur, TGC Timur, dan PLN.

Hingga Selasa siang, petugas masih melakukan pendataan dan pemeriksaan di sekitar Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City. Data mengenai kerusakan bangunan, kendaraan, maupun dampak lainnya masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Penyebab pasti ledakan serta pihak yang nantinya bertanggung jawab atas kerugian juga masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut