Emil Dardak Dorong Ruang Uji Coba Bisnis bagi Wirausaha Muda
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mendorong pengembangan sandbox kewirausahaan sebagai ruang uji coba bagi wirausaha muda sebelum memasarkan produk secara luas.
Melalui konsep ini, calon pengusaha diharapkan dapat menguji kelayakan bisnis, mengenali kebutuhan konsumen, hingga menentukan strategi harga dan menghadapi persaingan.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam kegiatan Diplomat Success Challenge (DSC) Special Roadshow di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Emil, pengembangan kewirausahaan membutuhkan ekosistem yang mendukung. Mulai dari pendampingan, akses permodalan, hingga kesempatan menguji inovasi sebelum masuk ke pasar.
Melalui sandbox kewirausahaan, calon pengusaha dapat mengukur respons konsumen terhadap produk, menentukan harga yang kompetitif, memetakan pesaing, serta mengenali faktor yang memengaruhi keberhasilan bisnis sejak tahap awal.
“Jangan sampai kemampuan mereka berinovasi itu terkungkung oleh ruwetnya regulasi. Di sini fungsi pemerintah harusnya membuat hal-hal ini jadi lebih mudah,” ujar Emil.
Emil mengatakan, gagasan tersebut akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan DSC dan ITS. Pemprov Jatim juga berencana berkomunikasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membahas kemungkinan pengembangannya.
Ia menilai, dukungan terhadap wirausaha muda perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, membangun bisnis bukan hanya soal menciptakan produk, tetapi juga kemampuan membaca peluang, beradaptasi dengan perubahan pasar, dan terus mengembangkan inovasi.
“Yang harus kita cetak itu apa? Entrepreneur-nya atau wirausahanya ini. Nah, ini yang dicoba dibangun di DSC,” katanya.
Emil mencontohkan sejumlah inovasi yang lahir dari kolaborasi alumni DSC. Salah satunya pengembangan produk ear monitor yang dipadukan dengan produk mikrofon milik alumni lain hingga berpeluang dipamerkan di luar negeri.
Ada pula inovasi berupa semprotan yang memberikan sugesti rasa manis. Inovasi ini dikembangkan mahasiswa ITS untuk membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. “Inovasi tersebut menunjukkan peluang pengembangan bisnis dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner DSC Surjanto Yasaputera mengatakan, pengembangan wirausaha membutuhkan lebih dari sekadar bantuan modal. DSC juga menyediakan edukasi, pendampingan, dan jejaring melalui Diplomat Entrepreneur Network (DEN).
Menurut Surjanto, pola pikir kewirausahaan dibangun melalui tiga unsur, yakni kemauan personal, pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill). “Ketiganya perlu dikembangkan agar calon pengusaha mampu memulai usaha sekaligus menghadapi tantangan dalam perjalanan bisnis,” jelasnya.
Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi mengatakan, kampus tidak hanya berupaya mencetak lulusan yang mendirikan perusahaan, tetapi juga membentuk sarjana yang mampu melihat peluang dan menyelesaikan persoalan melalui inovasi.
Editor: Arif Ardliyanto