get app
inews
Aa Text
Read Next : Masuk Agenda Global UNEP, Sarasehan Lingkungan YA Ibad Angkat Aksi Nyata Masyarakat Indonesia

Siswa SMA Surabaya Ini Bikin Karya dari Daun, Hasilnya Bisa Jadi Baju hingga Tote Bag untuk Dijual

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:49 WIB
header img
SMA IPIEMS Surabaya menggandeng ITS mengenalkan ecoprint kepada guru dan siswa. Bahan alami diolah menjadi karya kreatif bernilai jual. (Foto iNewsSurabaya.id/Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepedulian terhadap lingkungan mulai dikenalkan SMA IPIEMS Surabaya melalui pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan teori. Salah satunya lewat praktik ecoprint, teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar.

Kegiatan ecoprint tersebut digelar SMA IPIEMS Surabaya bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program ini menjadi bagian dari pembekalan bagi guru dalam menerapkan kurikulum perubahan iklim di lingkungan sekolah.

Tidak sekadar belajar menghasilkan motif pada kain, kegiatan tersebut membawa guru dan siswa lebih dekat dengan persoalan lingkungan. Mereka diajak melihat bahwa bahan alami yang selama ini dianggap sederhana dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.


SMA IPIEMS Surabaya menggandeng ITS mengenalkan ecoprint kepada guru dan siswa. Bahan alami diolah menjadi karya kreatif bernilai jual. (Foto iNewsSurabaya.id/Arif)

Kepala SMA IPIEMS Surabaya Sukariono mengatakan, kegiatan ecoprint menjadi salah satu pendekatan yang digunakan sekolah untuk memperkuat pemahaman guru terkait penerapan kurikulum perubahan iklim.

“Intinya kegiatan ecoprint kali ini bekerja sama dengan ITS. Tujuannya untuk memberikan pembekalan kepada Bapak dan Ibu guru mengenai implementasi kurikulum perubahan iklim,” ujar Sukariono.

Menurut dia, pemahaman guru menjadi bagian penting dalam penerapan pembelajaran mengenai perubahan iklim. Materi yang diberikan kepada siswa diharapkan tidak berhenti pada penjelasan di kelas, tetapi dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang mereka temui sehari-hari.

“Dengan pembekalan kurikulum perubahan iklim ini, harapannya Bapak dan Ibu guru benar-benar memiliki pemahaman yang kuat untuk memberikan pendekatan kontekstual kepada anak-anak. Salah satu isu yang bisa dimanfaatkan adalah ecoprint,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut