Operasi Katarak Gratis di Jatim Digelar di 3 Kota, Ini Lokasi dan Syarat yang Perlu Diketahui
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kesulitan melihat akibat katarak masih menjadi persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan warga yang terkendala biaya pengobatan. Untuk memperluas akses penanganan, layanan operasi katarak gratis digelar di Surabaya, Pasuruan, dan Kediri pada Oktober hingga Desember 2026.
Program ini menyasar pasien yang membutuhkan tindakan medis untuk mengatasi katarak. Pelaksanaannya dilakukan oleh JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Gerakan Matahati, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia.
Sebanyak 101 pasien ditargetkan memperoleh operasi tanpa biaya di jaringan JEC selama periode tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Gerakan Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak gratis hingga akhir 2026.
Program tersebut digelar dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 serta mengenang 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati.
Besarnya kebutuhan penanganan katarak terlihat dari data kesehatan di Jawa Timur. Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2015 mencatat prevalensi kebutaan mencapai 4,4 persen pada penduduk berusia 50 tahun ke atas di provinsi ini.
Dari kelompok yang diteliti, sekitar 81,1 persen kasus kebutaan disebabkan oleh katarak. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menyebut jumlah kasus kebutaan akibat katarak secara nasional diperkirakan mencapai 600.000 hingga 650.000 kasus sepanjang 2025.
Data tersebut memperlihatkan pentingnya pemeriksaan mata dan penanganan katarak, terutama bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau layanan kesehatan karena keterbatasan biaya.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, mengatakan layanan sosial tersebut tidak hanya mencakup operasi, tetapi juga pemeriksaan sebelum tindakan dan pemantauan setelah operasi.
“Bagi kami, memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga. Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan,” ujar Tjahjono.
Ia menyebut pihaknya telah menjalankan berbagai program sosial dengan memberikan lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tiga Lokasi Layanan Operasi Katarak Gratis di Jatim
Masyarakat yang ingin mengetahui layanan operasi katarak gratis tersebut dapat mencari informasi melalui tiga fasilitas kesehatan mata yang berada di Surabaya, Pasuruan, dan Kediri.
Di Surabaya, layanan tersedia di Klinik Utama Mata JEC JAVA, Jalan Raya Darmo Nomor 127. Kepala Klinik Utama Mata JEC JAVA Surabaya, Dr. Dian Arumdini, menjelaskan bahwa pasien perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum tindakan operasi dilakukan.
Pemeriksaan tersebut meliputi penilaian kondisi kornea, retina, serta kemungkinan gangguan mata lain yang dapat memengaruhi perencanaan operasi dan hasil penglihatan.
“Semoga program operasi katarak tanpa biaya ini dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan mata berbasis teknologi modern, dengan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas,” ujarnya.
Di Pasuruan, masyarakat dapat mencari informasi melalui Klinik Utama Mata JEC JAVA Pasuruan yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman Nomor 126.
Kepala Klinik Utama Mata JEC JAVA Pasuruan, Dr. Eka Bayu P. Warnerin, menekankan pentingnya pendampingan selama masa pemulihan. Pasien dan keluarga perlu memahami cara menggunakan obat sesuai resep serta jadwal kontrol setelah operasi.
Sementara itu, layanan di Kediri tersedia di Klinik Utama Mata JEC JAVA Kediri, Jalan Diponegoro Nomor 6.
Kepala Klinik Utama Mata JEC JAVA Kediri, Dr. Seravina Adila Izzati, mengatakan pemeriksaan awal diperlukan untuk menentukan tindakan medis dan jenis lensa tanam yang sesuai dengan kondisi pasien.
Pemantauan setelah operasi juga dibutuhkan untuk mengevaluasi perkembangan penglihatan sekaligus memastikan pasien memperoleh petunjuk perawatan yang tepat.
“Kami berharap masyarakat Kediri dan sekitarnya dapat memperoleh penanganan yang tepat dan kembali menjalani kesehariannya dengan lebih baik,” katanya.
Kenali Gejala Katarak Sebelum Penglihatan Memburuk
Katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena membuat penglihatan menjadi kabur. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain pandangan berkabut, mata mudah silau, kesulitan membaca, serta kesulitan mengenali wajah.
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut disarankan menjalani pemeriksaan ke dokter mata untuk memastikan penyebab gangguan penglihatan dan menentukan penanganan yang tepat.
Calon pasien juga perlu memastikan informasi mengenai kriteria penerima, jadwal pemeriksaan, mekanisme pendaftaran, serta ketersediaan kuota operasi gratis melalui fasilitas layanan terkait. Informasi tersebut penting karena tidak semua pasien dengan keluhan mata otomatis memenuhi indikasi medis untuk menjalani operasi katarak.
Editor: Arif Ardliyanto