AI Makin Canggih, Guru Tak Boleh Lakukan Kesalahan Ini di Ruang Kelas
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini mampu membantu guru menyusun modul ajar dan rencana pembelajaran dalam waktu singkat. Namun, kemudahan teknologi ini menyimpan tantangan tersendiri. Guru tidak boleh sekadar mengandalkan mesin hingga melupakan peran utama mereka dalam memahami karakter dan membimbing peserta didik.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Pendidikan Program Prioritas bertema Transformasi Digital Pendidikan di Era AI: Membangun Pembelajaran Cerdas, Kreatif dan Adaptif di Premiere Ballroom Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.
Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah bersama Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno. Workshop tersebut membahas pentingnya menyiapkan dunia pendidikan menghadapi perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.

Perwakilan Direktorat Sekolah Dasar, Dr. Suhadi, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan global.
“Pendidikan Indonesia dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing regional maupun internasional,” ujar Suhadi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar memasukkan perangkat teknologi ke ruang kelas. Pemanfaatannya harus memberikan dampak nyata terhadap proses belajar, mulai dari meningkatkan kreativitas hingga membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Editor: Arif Ardliyanto