IPHI Jatim Bidik Peluang Bisnis Haji dan Umrah, UMKM Perempuan Didorong Jadi Pemeran Utama
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur mulai memperkuat peran ekonomi para alumni haji melalui pengembangan koperasi, pemberdayaan UMKM, dan pembentukan jejaring bisnis. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang usaha bagi jemaah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.
Pengembangan ekonomi tersebut menjadi salah satu fokus IPHI Jawa Timur dengan memanfaatkan potensi besar keluarga alumni haji. Berbagai produk usaha rumahan, mulai dari makanan olahan hingga produk fesyen, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat Ketua IPHI Jawa Timur, menilai ekosistem haji dan umrah menyimpan peluang ekonomi yang perlu ditangkap secara terencana. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang besar sehingga kebutuhan layanan dan produk pendukung ibadah dapat menjadi ruang usaha bagi masyarakat.

Menurut Emil, pengembangan ekonomi tidak cukup hanya berfokus pada produk, tetapi juga harus memperkuat kelembagaan yang mengelola produksi, distribusi, dan pemasaran.
“Peluang ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah perlu kita identifikasi dan manfaatkan bersama. Jangan sampai potensi yang besar ini berjalan sendiri-sendiri tanpa ada lembaga ekonomi yang mampu menghubungkan para pelaku usaha,” ujar Emil.
Ia menilai koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku UMKM, menghimpun produk anggota, serta memperluas akses pemasaran. Melalui kelembagaan yang kuat, produk-produk lokal berpeluang masuk ke pasar yang lebih luas.
Emil juga menyoroti pentingnya membangun model usaha yang berkelanjutan. Pengalaman pengembangan produk unggulan, termasuk di lingkungan pesantren, menunjukkan bahwa kualitas produk perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha dan akses pasar yang memadai.
“Yang perlu kita bangun bukan hanya produknya, tetapi juga lembaga ekonominya. Koperasi bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan produk anggota, memperkuat manajemen, dan membuka akses pasar,” katanya.
Upaya memperkuat ekonomi keluarga alumni haji juga dilakukan Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Jawa Timur. Organisasi sayap perempuan IPHI ini mulai memetakan potensi usaha anggotanya agar produk yang selama ini dibuat dari rumah dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang lebih terorganisasi.
Ketua MTP IPHI Jawa Timur Imadul Ummah mengatakan, struktur organisasi MTP telah terbentuk mulai tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga sejumlah ranting. Jaringan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menggerakkan pemberdayaan ekonomi perempuan di lingkungan alumni haji.
Menurut Imadul, kegiatan dakwah yang selama ini menjadi bagian penting organisasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi. Dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, anggota diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan.
“Selama ini kita banyak berbicara tentang dakwah. Namun, dakwah juga membutuhkan dukungan ekonomi yang kuat agar kegiatan organisasi bisa terus berjalan. Karena itu, kami melihat potensi ekonomi para jemaah haji dan berupaya menghimpunnya supaya berkembang bersama,” kata Imadul.
Ia mengungkapkan, pendataan UMKM menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan MTP IPHI Jatim. Organisasi juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan, termasuk Bank Jatim dan Bank Nano, untuk membuka peluang dukungan permodalan bagi pelaku usaha.
Selain itu, MTP berupaya membangun jejaring pemasaran dengan memanfaatkan kegiatan organisasi yang mempertemukan banyak anggota. Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan keagamaan, tetapi juga membuka transaksi serta memperluas pasar produk anggota.
“Setiap ada kegiatan, banyak anggota berkumpul. Momentum itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi, mengenalkan produk, dan membangun jaringan usaha. Kami ingin potensi yang sudah ada tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa saling mendukung,” ujarnya.
Imadul menyebut potensi usaha anggota cukup beragam. Sejumlah perempuan memiliki usaha makanan rumahan, termasuk produk petis dan olahan lainnya. Ada pula anggota yang bergerak di bidang fesyen, menjahit, serta menghasilkan produk yang selama ini dipasarkan secara terbatas.
Beragamnya produk tersebut membuat MTP IPHI Jatim berupaya menyediakan wadah yang dapat membantu anggota memperkenalkan hasil usaha, menjangkau konsumen, dan mengembangkan jaringan pemasaran.
“Kami sempat terkejut karena ternyata banyak sekali potensi yang dimiliki ibu-ibu. Ada yang memproduksi makanan, ada yang punya usaha jahit dan fesyen. Potensi ini perlu dihimpun agar bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” tutur Imadul.
Sementara itu, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur KH Imam Mawardi mengatakan, pihaknya menerima amanah dari Pengurus Pusat IPHI untuk mengembangkan program ekonomi kerakyatan dan UMKM.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan koperasi sebagai penggerak kegiatan ekonomi anggota. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penghubung berbagai jenis usaha, termasuk perdagangan umum, kebutuhan perlengkapan haji dan umrah, serta sektor lain yang berkaitan dengan layanan perjalanan ibadah.
“Alhamdulillah, PW IPHI Jawa Timur menyambut amanah dari Pengurus Pusat untuk menjalankan program ekonomi kerakyatan dan UMKM. Kami ingin menggerakkan roda ekonomi anggota melalui koperasi yang bisa menjadi wadah usaha bersama,” kata KH Imam Mawardi.
Ia menjelaskan, koperasi di tingkat pusat telah terbentuk, sedangkan di Jawa Timur fokus berikutnya adalah menjalankan program dan memperluas keterlibatan pengurus IPHI di daerah.
Menurutnya, jaringan organisasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota menjadi modal untuk menghubungkan pelaku usaha, menghimpun produk, serta memperluas distribusi barang dan jasa.
“Bidang usahanya bisa beragam, mulai dari perdagangan umum sampai kebutuhan perlengkapan haji dan umrah. Ini juga berkaitan dengan peluang membangun ekosistem ekonomi haji yang melibatkan anggota dan pelaku UMKM,” ujarnya.
KH Imam Mawardi berharap pengurus IPHI di seluruh Jawa Timur dapat bersinergi dalam menjalankan program tersebut. Dengan koordinasi yang baik, manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya terpusat pada organisasi tingkat provinsi, tetapi juga dirasakan anggota di daerah.
“Kami berharap PD IPHI se-Jawa Timur bisa bergerak bersama. Tujuan akhirnya adalah membuka kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga jemaah haji melalui kegiatan ekonomi yang terorganisasi,” katanya.
Pengembangan koperasi dan UMKM ini diharapkan menjadi langkah konkret IPHI Jawa Timur dalam memperluas peran alumni haji di tengah masyarakat. Melalui penguatan kelembagaan, pendataan pelaku usaha, dan perluasan jaringan pemasaran, potensi ekonomi keluarga alumni haji diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto