Hari Santri 2026, Puluhan Santri di Sidoarjo Konvoi Motor Pakai Sarung, Ini Pesan Kapolresta
Menurut dia, kesadaran berlalu lintas perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta sikap saling menghormati di jalan merupakan bagian penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Melalui kegiatan ini, Polresta Sidoarjo berharap para santri dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dalam membudayakan perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Pengasuh Ponpes Manba'ul Hikam, KH. Abdul Wahid Harun, mengapresiasi pelaksanaan Motoran Santun sebagai bentuk edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para santri.
Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan berkendara perlu ditanamkan sejak dini agar santri tidak hanya memahami pentingnya menaati aturan, tetapi juga mampu menerapkannya saat beraktivitas di luar lingkungan pesantren.
Pesan keselamatan tersebut dinilai sejalan dengan pembentukan karakter santri yang santun, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap orang lain.
Peringatan Hari Santri Nasional pun menjadi momentum untuk memperluas peran santri di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas.
Rangkaian kegiatan Motoran Santun ditutup dengan foto bersama di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Melalui kegiatan ini, pesantren dan kepolisian berharap semangat Hari Santri tidak hanya tercermin dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam perilaku positif di ruang publik.
Editor: Arif Ardliyanto