Surabaya Bidik Emas POPDA Jatim 2026, 22 Pemain Muda Siap Bertarung di Ngawi
Harjo berharap potensi atlet muda dapat berkembang melalui dukungan yang tepat. Prestasi di lapangan, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesempatan menempuh pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri.
Pesan serupa disampaikan Kepala Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi dan Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom. Keduanya mendorong para pemain untuk tetap memperhatikan pendidikan, mengembangkan potensi, serta menjaga komitmen dalam mengejar prestasi olahraga.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk menjalani setiap tahapan persiapan dengan serius. Mereka juga dituntut menjaga disiplin dan kekompakan sebagai satu kesatuan tim.
Ketua PSSI Kota Surabaya Roky Maghbal mengapresiasi dukungan KONI Surabaya dan Disbudporapar dalam proses pembinaan sepak bola pelajar. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan berupa pemanfaatan fasilitas lapangan untuk menunjang latihan tim.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KONI Surabaya dan Disbudporapar sebagai mitra yang selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan sepak bola POPDA Surabaya. Terima kasih kepada beliau berdua karena telah memberikan fasilitas lapangan GBT Surabaya dan lapangan milik pemerintah lainnya untuk digunakan sebagai tempat pemusatan latihan,” kata Roky.
Menurut dia, ketersediaan fasilitas latihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemain menghadapi kompetisi. Pemusatan latihan diharapkan membantu tim pelatih meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun kerja sama di antara para pemain.
Roky juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Untag Surabaya beserta seluruh sivitas akademika atas dukungan terhadap persiapan skuad sepak bola Surabaya.
Kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, sekolah, klub, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet usia pelajar secara berkelanjutan.
Manajer Tim Sepak Bola POPDA Surabaya Mohammad Rizal turut meminta dukungan dari orang tua dan guru untuk menguatkan mental para pemain selama menjalani persiapan hingga pertandingan.
“Kepada seluruh orang tua dan guru-guru, kami mohon untuk terus mendoakan putra-putrinya agar mendapatkan hasil terbaik, memiliki kepercayaan diri untuk berjuang maksimal, dan memperoleh hasil yang kita idam-idamkan bersama, yaitu medali emas,” tuturnya.
Dukungan dari lingkungan keluarga dan sekolah dinilai penting agar pemain dapat bertanding dengan percaya diri. Selain mempersiapkan aspek teknis, tim juga perlu menjaga motivasi dan ketenangan saat menghadapi tekanan kompetisi.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, setiap sesi latihan menjadi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat koordinasi. Para pemain diharapkan mampu memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum bertolak ke Kabupaten Ngawi.
Tim sepak bola Surabaya kini memasuki fase penting menjelang POPDA XV Jawa Timur 2026. Sebanyak 22 pemain yang terpilih dari 110 peserta seleksi membawa harapan untuk mengharumkan nama Kota Pahlawan di tingkat provinsi.
Dukungan pemerintah kota, KONI, PSSI, perguruan tinggi, sekolah, klub, serta orang tua menjadi modal dalam menghadapi persaingan. Namun, pencapaian target medali emas tetap bergantung pada kesiapan tim, kedisiplinan selama latihan, dan penampilan para pemain saat pertandingan.
Persiapan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu bagi skuad Surabaya untuk mematangkan strategi dan membangun mental bertanding. Tantangan berikutnya adalah membuktikan hasil pembinaan tersebut di lapangan, saat mereka berhadapan dengan tim-tim terbaik dari daerah lain di Jawa Timur.
Editor: Arif Ardliyanto