get app
inews
Aa Text
Read Next : Era Digital, Kampus Merah Putih Beri Trik Hadapi Pendidikan Pakai Artificial Intelligence

Di Tengah Ledakan AI, Rektor Untag Surabaya Ingatkan Satu Nilai yang Tak Boleh Hilang

Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:20 WIB
header img
Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro menegaskan AI dan transformasi digital harus diimbangi karakter, amanah, serta integritas saat menyongsong visi Untag Surabaya 2026. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, hingga persaingan global diprediksi menjadi tantangan terbesar dunia pendidikan pada 2026. Namun, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. justru mengungkapkan ada faktor yang jauh lebih penting dibanding teknologi.

Pesan itu disampaikan usai dirinya bersama Wakil Rektor I Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Wakil Rektor II Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA melakukan kunjungan reflektif ke kawasan Sunan Gunung Jati di Cirebon. Perjalanan tersebut menjadi momentum menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan yang dinilai tetap relevan di tengah derasnya perkembangan AI.

Menurut Harjo Seputro, teknologi hanyalah alat. Sementara karakter, integritas, dan amanah merupakan fondasi utama agar kemajuan tidak kehilangan arah.

"AI akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Tetapi teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan. Untag Surabaya ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, jiwa patriotisme, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah bekal menghadapi Indonesia dan dunia pada 2026," tegas Harjo.


Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro menegaskan AI dan transformasi digital harus diimbangi karakter, amanah, serta integritas saat menyongsong visi Untag Surabaya 2026. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Ia menambahkan, kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari megahnya gedung, banyaknya kerja sama internasional, maupun kecanggihan fasilitas digital. Yang lebih penting adalah bagaimana kampus mampu melahirkan sumber daya manusia yang beretika dan mampu menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan.

Salah satu inspirasi yang dibawa dari Cirebon adalah petuah Sunan Gunung Jati, "Ingsun titip tajug lan fakir miskin." Nilai tersebut dinilai masih sangat relevan bagi dunia pendidikan tinggi saat ini.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut