Hari Santri 2026, PKB Jatim Serukan Jihad Melawan Karhutla dan Bagikan 5.000 Bibit Pohon
Ia juga meminta agar tema Hari Santri Nasional tahun ini tidak berhenti sebagai slogan dalam spanduk maupun pidato. Semangat tersebut, kata dia, harus diterjemahkan menjadi program dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan biarkan tema ini berhenti menjadi tulisan di spanduk atau sekadar menjadi slogan di panggung. Jadikan ia tekad, jadikan ia gerakan, jadikan ia kerja nyata,” tuturnya.
Selain persoalan lingkungan, Multazam menyoroti pentingnya peran santri dalam mempersiapkan masa depan Indonesia. Cita-cita Indonesia Emas, menurutnya, membutuhkan fondasi yang kuat melalui pendidikan berkualitas, ekonomi berkeadilan, politik yang bermartabat, serta kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.
Dalam konteks tersebut, santri dituntut terus meningkatkan kapasitas diri dan mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Nilai-nilai keagamaan, lanjutnya, perlu hadir dalam tindakan yang menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menjaga lingkungan dan membangun kepedulian sosial.
Multazam menegaskan, santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu, generasi santri perlu mempersiapkan diri agar mampu terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan dan perubahan sosial.
“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton ketika sejarah ditulis. Santri harus tampil sebagai penentu arah zaman,” katanya.
Penyerahan simbolis 5.000 bibit pohon dalam peringatan Hari Santri Nasional tersebut menjadi bagian dari ajakan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Melalui langkah itu, semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya tercermin dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam upaya menjaga kelestarian alam dan kehidupan masyarakat.
Editor: Arif Ardliyanto