Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 1,5 Tahun Menjabat, Supangat Diberhentikan dari Warek II Untag Surabaya, Ini Kata Rektor
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Alasan Supangat Diberhentikan dari Warek II Untag Surabaya, Begini Penjelasan Rektor

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:59 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Terungkap! Ini Alasan Supangat Diberhentikan dari Warek II Untag Surabaya, Begini Penjelasan Rektor
Supangat tak lagi menjabat Warek II Untag Surabaya dan mendapat amanah sebagai Bendahara YPTA. Rektor mengungkap alasan penempatan barunya. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan posisi Supangat di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mulai menemukan titik terang. Setelah diberhentikan dari jabatan Wakil Rektor II (Warek II), Supangat mendapat amanah baru sebagai Bendahara Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menjelaskan bahwa penempatan Supangat di lingkungan yayasan berkaitan dengan kebutuhan pembenahan organisasi. Pengalaman dan tenaga Supangat dinilai dibutuhkan untuk membantu menjalankan tanggung jawab baru di lembaga yang menaungi Untag Surabaya tersebut.

Harjo menegaskan, perubahan jabatan itu bukan berarti Supangat kehilangan kepercayaan dari institusi. Sebaliknya, ia akan menjalankan tugas berbeda di tingkat yayasan setelah mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Warek II selama kurang lebih 1,5 tahun.

“Tidak benar, Mas. Yang benar, beliau diberhentikan dengan hormat sebagai WR 2. Selanjutnya beliau mengemban amanah baru di yayasan,” kata Harjo Seputro saat dikonfirmasi.

Menurut Harjo, penempatan Supangat sebagai bendahara menjadi bagian dari kebutuhan organisasi yang memerlukan pembenahan. Perubahan tersebut sekaligus menandai peralihan tanggung jawab Supangat dari jajaran pimpinan universitas ke struktur yayasan.

Penjelasan serupa disampaikan Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog. Ia membenarkan bahwa Supangat ditarik untuk menjalankan tugas di lingkungan yayasan karena tenaga dan kontribusinya masih dibutuhkan.

Keterangan Amanda memperkuat penjelasan rektor bahwa perubahan posisi Supangat tidak sekadar mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Rektor II. Ada kebutuhan di tingkat yayasan yang menjadi pertimbangan dalam penempatan tersebut.

Yayasan sebagai lembaga yang menaungi perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan keberlangsungan institusi. Karena itu, penugasan Supangat di posisi baru diarahkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi di lingkungan yayasan.

Perubahan ini juga menjadi perhatian karena Supangat sebelumnya masih terlihat beraktivitas bersama jajaran pimpinan Untag Surabaya. Sekitar sebulan sebelum kabar pergantian jabatan mencuat, ia diketahui mengikuti kegiatan media gathering di Bali bersama rektor dan sejumlah wakil rektor lainnya.

Kabar perubahan jabatan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan peran Supangat di kampus yang berlokasi di kawasan Semolowaru, Surabaya. Terlebih, ia disebut sedang berada di Malaysia untuk menjalankan tugas ketika informasi pemberhentiannya beredar.

Namun, keterangan dari rektorat menegaskan bahwa Supangat tidak lagi menjabat sebagai Warek II dan selanjutnya mendapat penugasan di yayasan.

Di tengah perubahan tanggung jawab tersebut, Supangat juga menyampaikan rencana untuk memusatkan perhatian pada pengembangan karier akademik. Ia menargetkan jabatan profesor sebagai salah satu tujuan yang ingin dicapai setelah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Rektor II Untag Surabaya.

“Saya fokus mengejar gelar Profesor. Saya ini orangnya fokus dalam tujuan,” ucap Supangat.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan karier akademik tetap menjadi salah satu prioritasnya. Selain mengejar jabatan profesor, Supangat juga menyebut keinginannya untuk memperluas hubungan dengan berbagai pihak eksternal.

Meski demikian, target akademik tersebut berjalan beriringan dengan amanah barunya di lingkungan yayasan. Supangat kini menghadapi perubahan peran, dari pengelolaan di tingkat universitas menuju tanggung jawab sebagai Bendahara YPTA Surabaya.

Pergantian posisi ini menjadi babak baru dalam perjalanan Supangat di lingkungan Untag Surabaya. Sementara itu, pihak rektorat telah menjelaskan bahwa pemberhentian dari jabatan Warek II dilakukan dengan hormat dan diikuti penugasan baru di yayasan.

Dengan penjelasan tersebut, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan tugas Supangat sebagai bendahara yayasan serta langkahnya dalam mewujudkan target akademik sebagai profesor.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut