Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : LavAni Tak Terbendung, Tekuk Samator 3-0 di Proliga
Advertisement . Scroll to see content

Survei IPO: Bahlil Raih 70,4 Persen, Ungguli AHY dalam Pengenalan Menteri

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:17 WIB
  • author Lukman Hakim
Survei IPO: Bahlil Raih 70,4 Persen, Ungguli AHY dalam Pengenalan Menteri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menempati posisi teratas dalam survei pengenalan publik terhadap menteri Kabinet Merah Putih. 

Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO), Bahlil meraih 70,4 persen, mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memperoleh 62,5 persen. Survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih tersebut dirilis IPO pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam kategori pengenalan menteri dengan daftar nama yang diberikan kepada responden, Bahlil berada di urutan pertama, disusul AHY, Abdul Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan. Abdul Muhaimin Iskandar memperoleh 60,9 persen, sedangkan Zulkifli Hasan meraih 48 persen.

Hasil tersebut berbeda dengan kategori top of mind, yang mengukur nama menteri yang diingat secara spontan oleh responden tanpa diberikan daftar nama terlebih dahulu. Dalam kategori ini, Bahlil juga berada di posisi teratas dengan 37,5 persen.

Di bawah Bahlil, terdapat Abdul Muhaimin Iskandar dengan 34,1 persen, Zulkifli Hasan sebesar 21,7 persen, dan AHY sebesar 16,5 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra, menjelaskan bahwa kategori top of mind digunakan untuk mengukur tingkat pengenalan spontan masyarakat terhadap nama menteri. "Hasil tersebut menunjukkan Bahlil memperoleh persentase tertinggi dibandingkan nama-nama menteri lainnya dalam kategori tersebut," katanya.

Menanggapi hasil survei tersebut, politikus muda Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, menilai tingginya pengenalan publik terhadap Bahlil tidak terlepas dari sejumlah kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Arief, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), menyoroti kebijakan pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, serta upaya menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan masyarakat terlibat dalam kegiatan ekonomi dan menjaga daya beli.

“Kebijakan yang memberikan ruang kepada rakyat kecil, mulai dari pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, hingga menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan negara berpihak kepada rakyat,” kata Arief.

Ia menilai keberhasilan kebijakan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi maupun peningkatan produksi nasional. Pemerintah, menurutnya, juga perlu memastikan masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dan menikmati manfaat pengelolaan sumber daya alam.

Arief juga menyoroti kebijakan transisi energi yang dijalankan Bahlil. Menurutnya, dorongan terhadap pengembangan berbagai sumber energi bersih menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian generasi muda.

“Selain itu, kebijakan Menteri Bahlil terhadap transisi energi, dengan mendorong berbagai alternatif sumber energi bersih di Indonesia, menjadikannya kini digandrungi orang muda,” ujarnya.

Meski demikian, penilaian mengenai hubungan kebijakan tersebut dengan tingkat pengenalan publik merupakan pandangan Arief, bukan kesimpulan tersendiri dari hasil survei IPO.

Survei IPO dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut