Bahlil Resmikan Mini LNG Plant, Pasok Energi untuk Industri hingga Sulawesi
TUBAN, iNewsSurabaya.id – Pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber energi domestik guna mendukung target ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peresmian Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kamis (25/6/2026).
Peresmian fasilitas pengolahan gas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, khususnya Liquefied Petroleum Gas (LPG).
"Saya melihat ini merupakan karya nyata dari sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Fasilitas ini menghasilkan LNG, LPG, kondensat, dan CNG. Ini menjadi bagian penting dari bauran energi nasional untuk membantu mengurangi impor LPG," ujar Bahlil dalam sambutannya.
Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas merupakan fasilitas pengolahan gas bumi yang menghasilkan berbagai produk energi, meliputi Liquefied Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG), LPG, kondensat, dan ke depan juga akan memproduksi karbon dioksida cair (liquid CO2).
Pasokan gas untuk fasilitas tersebut berasal dari Lapangan Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan volume sekitar 15 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) hingga tahun 2035.
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi LNG hingga 55.300 ton per tahun dengan kapasitas penyimpanan mencapai 1.600 meter kubik. Selain itu, plant tersebut juga mampu memproduksi LPG sebesar 9.800 ton per tahun, kondensat sekitar 19.600 barel per tahun, serta liquid CO2 hingga 21.000 ton per tahun.
Seluruh produk yang dihasilkan direncanakan akan diserap oleh sektor industri, pembangkit listrik, dan pasar ritel di wilayah Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Infrastruktur penyimpanan dan distribusi juga dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.
Menurut Bahlil, keberadaan fasilitas ini akan membantu menjamin ketersediaan bahan baku energi bagi industri nasional, terutama di tengah tantangan pasokan gas dan dinamika harga energi global.
"Ini sangat membantu industri dalam memberikan kepastian pasokan energi. Saat ini beberapa wilayah mengalami penyesuaian harga karena pasokan gas menurun sehingga harus menggunakan LNG yang biayanya lebih tinggi. Karena itu kita perlu terus mencari solusi untuk menjaga pasokan energi tetap kompetitif," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga meminta PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java sebagai pemasok gas untuk memastikan keberlanjutan pasokan hingga masa kontrak berakhir pada 2035.
"Tolong proyek ini didukung penuh. Jangan sampai pasokan terhenti di tengah jalan. Investor sudah menanamkan modal besar, sehingga kepastian pasokan gas harus dijaga agar investasi ini dapat berjalan berkelanjutan," tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto